Beranda Akses Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Coronazoned Intai Hubungan Asmara

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Coronazoned Intai Hubungan Asmara

ARTIKEL, AksesNews – Anak muda di masa pandemi, mempunyai masalah dan kegelisahan tersendiri, kehidupan anak muda yang ekspresif memebentuk segmentasi masalah sosial tersendiri di kalangannya. Ada banyak fenomena populer yang tebentuk dari kegelisahan anak muda. Seperti fenomena populer satu ini.

Beberapa waktu belakangan ini, media sosial diramaikan dengan istilah coronazoned.

Coronazoned menjadi tagar wajib saat curhatan masalah percintaan di masa pandemi. Ini secera tidak langsung membentuk sebuah fenomena sosial baru di kalangan anak muda.

Coronazoned menjadi gambaran ekspresif nyata generasi milenial dalam merepresentasikan kehidupan sosial dalam menjalani hubungan asmara pada masa pandemi.

Dikutip dari laman Bustle, istilah ini digunakan untuk menggambarkan hubungan sama seseorang tanpa ada niatan untuk pacaran saat social distancing berakhir.

Cornazoned sendiri diakibatkan karena kekacauan kita mengisolasi diri dirumah faktor pendukunya karena bosan dan kesepian. Dalam masa Social Distancing, sebuah hubungan hanya mengandalkan komunikasi dunia maya saja, komunikasi tatap muka secara langsung menjadi hilang. padahal komunikasi seperti tatap mukalah menjadi faktor yang mempererat sebuah hubungan.

Seseorang yang terjebak coronazoned akan mengalami situasi sebagi berikut:

1. Ketidak pedulian dengan persoalan pribadi pasangan.

Salah satu cara untuk mengidentifikasi gejala coronazoned adalah ketika pasangan mu tidak antusias dalam topik pribadi mu, ketika pembicaraan pribadi di alihkan topiknya ke yang lain dapat dicurigai bahwa hubungan sudah memiliki gejla coronazoned.

2. Menolak membicarakan maslah masa depan

Berakhirnya pandemi dan hidup seperti normal kembali merupakan hal yang kita ingikan, betapa kita membayangkan kembali hidup bahagia seprti biasanya dan membuat rencana ketika pandeemi ini usai, nah jika menyanyakan kepada pasangan mu apa rencana setelah pandmi ini usai lalu dia terlihat agak malas dan egan untuk menjawabnya. Maka bersiaplah untuk menerima kenyataan pahitnya coronazoned.

3. Menghubungi saat lagi butuh saja

Gejala yang terakhir adalah ketika dia menghubungi mu ketika lagi butuh saja. Tidak seperti sebuah hubungan yang ideal ketika dia selalu menghubungi mu dalam situasi dan kondisi apapun, coronazoned hanya menghubungimu ketika dia merasa kesepian dan bosan saja, kamu hanya menjadi eskapisme semantara saat pandemi.

Fenomena coronazoned ini menjadi hal yang banyak di perbincangkan karena pengalaman kolektif hubungan asmara anak muda dimasa pandemi. Dari pengalaman kolektif tadi membentuk sebuah respon dikalangan anak muda dalam menjalani realitas hubungan asmara dimasa pandemi.

Respon dari realitas sosial ini di representasikan ke media sosial dalam bentuk curhat. Di era keterbukaan informasi, media sosial menghubungkan ke publik yang lebih luas.

Berawal dari curhatan dan pengalam kolektif banyak anak muda yang merasakan hal yang sama menjalani hubungan saat ini. Membuat kontruksi fenomena baru saat pandemi.

Coronazoned menjadi salah satu Fenomena populer yang terjadi di kehidupan anak muda. Seperti fenomena populer lainnya yang juga di pengaruhi oleh situasi dan kondisi yang di alami anak muda. Fenomena ini lahir saat anak muda pada masa pandemi.

Maka jika kita amati lagi, pandemi ini memang memerikan pengaruh besar dalam kehidupan kita, tak hanya berpengaruh pada kestablian ekonomi, pandemi nyatanya juga berpengaruh bagi Kondidi sosial anak muda. Coronazoned menjadi gamabaran bahwa pengaruh pandemi bisa membuat suatu budaya populer baru di kalangan anak muda. Pengaruh yang di timbul atas kegelisahan anak muda saat pandemi.

Coronazoned ini satu dari yang lain sebuah fenomena populer anak muda, yang terbentuk dari kegelisahan. Kedapanya sering dengan perkembangan kondisi sosial fonomena baru akan juga ikut muncul di kalangan anak muda.

Ditulis oleh: Ulul Azmi (mahasiswa jurnalistik fakultas dakwah UIN STS Jambi) Dalam rangka memenuhi tugas KKN-DR.

DRadio 104,3 FM Jambi