Beranda Akses Rasa dan Kualitas Anggur Tungkal Tidak Kalah Saing dengan Anggur Impor

Rasa dan Kualitas Anggur Tungkal Tidak Kalah Saing dengan Anggur Impor

TANJABBAR, AksesJambi.com – Siapa yang menyangka, ternyata di Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) sudah ada petani yang berkebun anggur, rasanya pun lebih segar dan buahnya lebih besar dari anggur impor. Kebun anggur ini terletak di Jalan Parit 9, RT 15 Dusun Makmur, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat.

Malwinsyah, pemilik kebun anggur ini mengatakan dirinya mulai berkebun anggur sejak tahun 2001 hingga saat ini. Saat itu, dirinya hanya sebatas hoby berkebun. Selain itu, ia juga memenuhi kebutuhan anaknya yang hoby dengan buah anggur.

“Awalnya hoby, cuman karena anak suka dengan anggur. Sudah 20 tahun menekuni ini,” katanya, kamis (25/03/2021).

Dia menyebutkan, selama 20 tahun ia menjalani hoby yang kini menjadi penghasilannya itu, berbagai rintangan dihadapinya. Mulai dari kehabisan modal hingga harus menjual sepeda motor kesayangannya demi membeli bibit anggur yang diinginkan.

“Menujual sepeda motor sebanyak tiga unit. Motor tiger, king, dan supra X125 saya jual,” jelasnya.

Tidak hanya itu, tertipu penjual bibit pun sudah tidak terhitung dialaminya seleama menekuni berkebun anggur. Bahkan, sempat mendapat ejekan dari berbagai pihak. Namun, hal itu tidak membuatnya menyerah, justru menjadi motivasi bagi dirinya untuk bangkit.

“Karena di sini tanahnya asin, banyak orang yang tidak yakin bisa hidup anggur,” ungkapnya.

Dari total 36 jenis bibit yang ia teliti hingga ke laboratorium, akhirnya ia menemukan 11 jenis anggur yang dimungkinkan bisa cocok dengan iklim dan kondisi tanah di Tanjab Barat, khususnya Kuala Tungkal.

“Itu pun harus dilakukan modivokasi lagi, seperti stek dan lainnya,” ujarnya.

Malwinsyah menjelaskan, ada dua jenis dari 11 varitas yang sangat diminati dan cocok untuk di Kuala Tungkal. Pertama jenis Jupiter dan Ninel. Keduanya sangat direkomendasikannya untuk di Kuala Tungkal. “Dua ini jenis paling direkomendasikan,” sebutnya.

Anggur yang dirinya tanam itu saat ini sudah banyak yang pesan bahkan pembelinya pun sudah ada yang dari Malaysia.

“Banyak yang pesan bibit ke kita dengan garansi perawatannya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan dalam satu bibit yang ia jual tersebut harganya sampai Rp 350 Ribu. “Kita rawat selama 25 hari baru nanti diambil,” ucapnya.

Dia menyebutkan, dari sisi rasa lebih manis dan dari sisi buah lebih besar. Selain itu dalam satu rumpun buah lebih banyak. “Beratnya per rumpun 3 gram bisa satu kilo, tergantung kita yang atur buah nya,” ujarnya.

Dalam satu pohon tersebut rata-rata mampu menghasilkan sekitar 50 kg anggur. “Jadi ada 11 pohon yang ada ini tinggal kalikan,” ucapnya.

Masa panen anggur sendiri selama 135 bulan. Selama itu, harus ada perawatan khusus agar buah itu berkualitas dan baik.

“Ada pupuk organik, anorganik dan pupuk seperti kotoran kambing lainnya,” ungkapnya.

Jika dihitung dari hasil buah saat ini ia mengakui belum bisa memberikan keuntungan lebih. Tetapi dapat memberikan kepuasan dan hidup.

“Kalau dari buah saja ada sekitar Rp 1,5 juta perbulan belum lagi bibit yang terjual. Pupuk dan obat hamanya yang kita jual,” tandasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi