Beranda Akses Rekontruksi Penganiayaan Kontraktor, Pelapor Ditusuk dengan Obeng

Rekontruksi Penganiayaan Kontraktor, Pelapor Ditusuk dengan Obeng

JAMBI, AksesNews – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi, melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi menggelar rekontruksi kasus penganiyaan yang dilakukan oleh kontraktor Edi Manto (terlapor) terhadap Antony Ryant (pelapor). Rekontruksi dilakukan di kediaman Edi Manto, di Jalan Raden Wijaya, Lorong Akimar, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Kamis (25/02/2021).

Dalam rekontruksi tersebut juga dihadiri oleh pelapor Antony Ryant, saksi-saksi, dan pihak Kejaksaan Tinggi Jambi. Ada sebanyak 6 (enam) adegan rekontruksi, yang memperagakan 30 sesi yang menggambarkan bagaimana penganiayaan itu terjadi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jambi Kombes Pol Kaswandi Irwan, melalui Kasubdit III Jatanras Polda Jambi Kompol Rio Cristianto mengatakan, bahwa kejadian penganiayaan terhadap Antony Ryant yang tidak lain adalah rekan tersangka sesama kontraktor ini terjadi pada Desember 2020 lalu.

“Jadi kita rekonstruksi bagaimana cara terlapor (Edi Manto, red) melakukan penganiayaan terhadap pelapor (Antony Ryant, red),” katanya.

Dari hasil rekonstruksi tersebut, kata Rio, terlihat terlapor menganiaya pelapor dengan menggunakan obeng yang telah dibawanya dari dalam rumah, sehingga pelapor terjatuh dan menusukkan obeng tersebut ke paha kiri pelapor.

Kompol Rio Cristianto menceritakan sekilas kronologis kejadian yaitu pelapor datang ke kediaman terlapor untuk menagih sisa hutang yang tak kunjung dibayar. Namun bukannya itikad baik yang didapatkan, pelapor malah mendapatkan perlakuan penganiayaan oleh terlapor.

Edi Manto diketahui memiliki hutang kepada Antony sebesar Rp 1,2 Miliar. Hutang yang sudah dibayar oleh Edi Manto sebesar Rp 700 Juta, dan masih ada sisa hutang Edi Manto sebesar Rp 500 juta. Namun saat Antony menyambangi rumah Edi Manto untuk menagih hutang, bukan uang yang didapat Antony malah mendapatkan penganiayaan dari Edi Manto.

“Saat ini pelapor Antony Ryant mengalami luka bekas tusukan pada paha kiri, kemudian patah tangan di pergelangan tangan,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam perkara ini terlapor Edy Manto melakukan penganiayaan terhadap Antoni yang awalnya dari hubungan bisnis, dimana terlapor membeli sebidang tanah milik pelapor, dan pembayaran tidak selesai sehingga meninggalkan hutang, hal tersebut menyebabkan keributan antara mereka berdua.

Awalnya korban Antony Riyant datang menemui pelaku di kediamannya hanya untuk menagih sisa uang pembayaran penjualan tanah miliknya yang dibeli Edy Manto. Namun pada pertemuan tersebut antara pelapor dan terlapor tidak terjadi kesepakatan pembicaraan terkait hutang piutang, sehingga pelaku Edy Manto jadi emosi dan melakukan penganiayaan yang berujung penusukan menggunakan obeng, yang membuat Antony Riyant menglami luka tusuk di bagian paha.

Atas kejadian tersebut, Antony Ryant melaporkan Edy Manto ke Polda Jambi dengan bukti visum dari rumah sakit dan kini kasusnya dalam proses hukum oleh penyidik Subdit III Direskrimum Polda Jambi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya Edi Manto dikenakan pasal 351 Ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi