Beranda Akses Belajar Tak Lagi Menyeramkan di Masa Pandemi Covid-19

Belajar Tak Lagi Menyeramkan di Masa Pandemi Covid-19

Khanza Chalistian Syabila (kiri) dan Muhammad Fadhil Setiawansiswa siswa SDN 131 Kota Jambi sedang melakukan praktik telepon-teleponan menggunakan alat sederhana seperti kaleng.
Khanza Chalistian Syabila (kiri) dan Muhammad Fadhil Setiawansiswa siswa SDN 131 Kota Jambi sedang melakukan praktik telepon-teleponan menggunakan alat sederhana seperti kaleng.

JAMBI, AksesNews – Selama belajar dari rumah, guru harus menyajikan pembelajaran yang menarik, kreatif, literatif dan bermanfaat. Salah satunya dilakukan oleh Sri Wartini, guru SDN 131 Kota Jambi yang mengajak siswanya membuat telefon-telefonan dari alat dan bahan yang mudah di dapat selama belajar dari rumah.

“Idenya sederhana, bagaimana agar siswa betah belajar, selain itu PJJ yang diterapkan harus menerapkan pendekatan belajar aktif, salah satunya MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi) yang saya dapatkan dari pelatihan Program PINTAR Tanoto Foundation,” ujarnya.

Buat Telepon Sederhana

Sri menyapa siswa terlebih dahulu melalui grup kelas di WhatsApp, dan mengecek kesiapan belajar peserta didik melalui absen online. Kemudian saya menyampaikan materi dan tujuan pembelajaran yaitu “siswa mampu menjelaskan sifat-sifat bunyi merambat dengan lengkap, dan siswa menyajikan laporan tentang sifat-sifat bunyi merambat dengan sistematis”.

“Anak-anak, siapa penemu telepon pertama kali,” tanyanya, Senin, (24/8/2020).

“Alexander Graham Bell, Bu,” ujar Ahmad Zaky Andhisa.

Setelah itu, Sri membagikan video tutorial tentang percobaan membuat telepon sederhana dari gelas plastik. Saya meminta siswa menyimak video tutorial tersebut dengan bimbingan orangtua di rumah (mengalami).

Kemudian ia memberikan waktu bertanya atau sharing melalui grup WA kelas tentang percobaan yang akan dilakukan tersebut, juga menyarankan supaya peserta didik berdiskusi dengan anggota keluarga yang lebih paham dirumah (Interaksi).

Setelah mengamati video dirasa cukup, saya membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk diisi. Siswa diberikan waktu untuk mengerjakan LKPD yang saya berikan yaitu melakukan percobaan seperti video dan menuliskan kesimpulan berdasarkan percobaan tersebut kedalam sebuah laporan.

“Hasil dari percobaan wajib didokumentasikan dan dikumpulkan kepada guru, bisa berupa foto ataupun video sebagai bahan evaluasi dan refleksi pembelajaran yang akan dibahas di dalam grup kelas dengan menugaskan peserta didik dalam grup untuk memberikan tanggapan hasil pekerjaan teman-temannya menggunakan bahasa yang baik dan bersifat positif sebagai bagian dari Komunikasi,” tambah Sri.

Sebagai bahan refleksi guru menanyakan perasaan mereka setelah melakukan pembelajaran. Kebanyakan jawaban siswa saat menjawab pertanyaan refleksi adalah sangat seru dan senang sekali melakukan percobaan tersebut.

Adapun cara pembuatan telepon-teleponan sederhana (perambatan bunyi melalui benda padat) yaitu dengan menyiapkan alat dan bahannya; Gelas Plastik (kaleng bekas), benang kasur, dan paku.

Cara membuatnya dengan melubangi dengan ujung paku di tengah dasar gelas plastik (kaleng bekas), lalu memotong tali kasur sepanjang 2 sampai 3 meter, kemudian memasukkan benang ke dalam gelas plastik (kaleng plastik) dan buatlah simpul agar tidak lepas.

“Nah, setelah sudah dibuat semua, cobalah berbicaralah dengan teman, orang tua atau saudara melalui telpon gelas plastic kaleng bekas yang sudah jadi,” ujar Sri.

“Berikutnya simaklah apakah mendengarkan sesuatu. Jika ada, tuliskan apa yang kamu dengarkan,” begitu pesan Sri.

Sekarang lepaskan benang dari gelas plastik/kaleng bekas dan berbicaralah dengan teman, orang tua, saudara melalui telpon gelas plastik/kaleng bekas tanpa benang dan simak apakah ada sesuatu yang bisa kamu dengarkan.

“Terakhir tulislah pengalaman selama membuat telepon dan praktiknya ke dalam buku, lalu difoto dan kirim ke grup WhatsApp kelas,” pungkas Sri. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi