Beranda Akses Budaya Kongko di Tengah Pandemi Corona: New Normal, New Nongkrong

Budaya Kongko di Tengah Pandemi Corona: New Normal, New Nongkrong

ARTIKEL, AksesNews – Beberapa bulan ini kita menghabiskan waktu dirumah, di karenakan pandemi virus Corona (Covid-19) kita melewati berbagai aktivtas keseharian kita seperti berkerja dan belajar dirumah. Bermacam-macam suka duka kita lewati dirumah hingga rasa bosan, beradaptasi dengan kebiasaan yang serba online, hingga merindukan berkeluyuran keluar seperti nongkrong .

Namun beberapa pekan ini pemerintah sudah mulai memberlakukan skenario new normal, New normal adalah langkah percepatan penanganan Covid-19 dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Skenario new normal dijalankan dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil riset epidemiologis di wilayah terkait. New normal juga di definisikan sebagai tatanan baru pasca kita melewati masa pandemi. sederhananya dalam new normal adalah kebiasaan baru yang harus kita lakukan untuk bisa tetap bertahan dimasa pandemi. Skenario new normal sendiri juga membebaskan kita dari kurungan rumah aktivitas kita akan kembali normal seperti nonton film ke bioskop, jalan-jalan ketempat wisata hingga nongkrong di cafe atau coffee shop seperti sebelum pandemi mewabah. tapi yang membuat aktivitas kita menjadi tatanan kebiasaan baru adalah protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah.agar kita tetap aman dalam beraktivitas saat new normal.

Pasca berakhirnya PSBB dan memasuki new normal ada yang memilih tidak nongkrong dulu karena sedikit takut dan waspada. ketakutan akan covid-19 masih membuat menyisikan sedikit paranoid saat berkumpul bersama banyak orang ada juga memilih nongkrong karena merasa bosan selama berbulan-bulan dirumah dan ingin kembali bisa bercengkrama bersama teman.

Nongkrong atau bahasa kerenya kongko di kedai kopi menjadi tradisi yang tak pernah pudar dalam kehidupan sosial kita. Tak hanya itu para anak muda sekarang nongkrong tidak hanya untuk menikmati kopi mulai dari menyelesaikan tugas kampus, bermain game mobile bersama teman hingga hanya untuk eksistensi dimedia sosial. Kenyamanan tempat nongkrong pun di tunjung dengan fasilitas seperti wifi dengan interior yang instagramable hingga live musik sebagai hiburan. Sehingga orang yang nongkrong lebih nyaman serta bisa memilih segementasi alternatif nongkrong yang sesuai dengan keinginannya. Ini menjadi alasan mengapa nongkrong sudah menjadi kebiasan bahkan budaya dalam kehidupan kita.

Namun dalam fase new normal nongkrong mungkin tak se-ideal seperti sebelum masa pandemi lagi. ada banyak perubahan yang terjadi ketika kita nongkrong pada saat new normal. Mengingat kerentanan terhadap serangan virus masih sangat mungkin terjadi karena kita beraktivitas bersama banyak orang walaupun dengan protokol kesehatan. Hampir semua cafe dan tempat nongkrong lainya sudah menyiapkan skenario new normal untuk tempatnya. Dan kita pun yang ikut nongkrong akan merasakan bagai mana perubahan baru itu terjadi kepada aktivitas nongkrong kita.

Dalam menerapkan new normal di tempat keramaian bisanya harus menyiapkan protokol kesehatan yang memadai seperti untuk cuci tangan, masker, alat pengukur suhu tubuh, handsanitizer dan facemask. Selain itu physical distancing juga tetap di berlakukan, dengan menjaga jarak satu meter anatar pengunjung. Akan kita sadari New normal yang di terapkan tentu saja berdampak besar pada perubahan nongkrong kita. Ada banyak perubahan yang menjadi normal yang kita rasakan. Ada pun perubahan itu sebagai berikut.

1. kesabaran lebih saat mengantre

Tentu saja kenormalan baru yang paling di rasakan saat nongkrong sekarang adalah mengantre, pasal nya sebelum memasuki cafe atau warung kopi kita harus mengantre dulu untuk di cek suhu tubuh dan protokol kesehatan pribadi kita harus lengkap. Belum lagi pembatasan orang agar tempat itu tidak terlalu ramai hal ini juga digunakan sebagai jarak sosial dan juga demi ketertiban umum. Bagi orang yang malas mengantri mungkin ini akan menjadi masalah baru.

2. Sehat lebih dipilih dari pada instagramable

Cafe dan temapat kopi bukan hanya untuk ngopi tapi juga tempat instagramable untuk memenuhi kebutuhan instastory agar eksistensi kita di media sosial tetap terjaga. Dimasa seperti ini sudah seharusnya kita lebih mengutamakan kesehatan dari pada eksistensi sosial media, Kini kita harus jauh lebih memerhatikan tempat makan sehat dengan standar kebersihan yang ketat. Aspek tempat makan sehat pun dilirik bukan hanya dari segi makanan, namun dengan protokol kesehatannya pula. Mulai dari pengelolaan bisnisnya, kebersihan dan kesehatan karyawannya yang terjamin, penggunaan masker, keramaiannya, dan masih banyak lagi aspek lainnya.

3. Nongkrong dengan perlengkapan protokol kesehatan pribadi

Yang juga paling terasa adalah kita nongkrong dengan menggunakan masker, selalu membawa handsanitizer dan itu sesuatu hal yang baru saat kita bercengkrama di warung kopi. Memang terasa agak aneh dan lambat laun kita mulai merasa terbiasa dengan itu. Mungkin di hal kecil seperti ini new normal berkerja dari kehidupan kita yang awalnya norma ke new normal dan kembali merasa normal.

Ditulis oleh: Ulul Azmi (Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah UIN STS Jambi) dalam rangka memenuhi tugas KKN-DR