Beranda Akses Akses Hoax: Tidak Benar Warga Jambi yang Positif Corona Pernah Pingsan di...

Akses Hoax: Tidak Benar Warga Jambi yang Positif Corona Pernah Pingsan di Meranti

Hoaks Warga Jambi yang Positif Corona Pernah Pingsan di Swalayan. Foto: dok. AksesJambi.com

KOTAJAMBI, AksesNews – Warganet dihebohkan dengan informasi, warga Jambi yang dinyatakan positif virus Corona (Covid-19) pernah pingsan di salah satu pusat perbelanjaan atau Swalayan Meranti di Kota Jambi.

Informasi tersebut beredar di jejaring media sosial (Medsos) hingga pesan berantai di grup-grup WhatsApp (WA), Selasa (24/3), sehingga menimbulkan keresahan terutama bagi masyarakat Jambi, khususnya warga Kota Jambi.

Owner atau Pemilik Swalayan Meranti, Didi Bongsu, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak pernah menemukan satu diantara konsumennya yang pingsan saat berbelanja di Swalayan Meranti.

“Disini saya ingin mengklarifikasi, bahwa tidak pernah ada kejadian orang pingsan di swalayan kami, apalagi dikaitkan dengan seorang warga yang dinyatakan positif corona pernah singgah dan pingsan di sini. Itu semua tidak benar,” kata Didi kepada awak media, Selasa (24/03/2020).

Selain itu, Didi menambahkan bahwa isu tersebut disebarluaskan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan diduga dengan sengaja memanfaatkan isu corona yang sedang mewabah saat ini.

“Kita tidak bisa pastikan siapa dan kenapa, tapi bisa saja ini persaingan bisnis. Bisa juga orang yang sekedar iseng mengambil foto, dan disebarluaskan di media sosial, hingga ada yang menyalah gunakannya,” ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, Didi mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyalahgunakan media sosial, hingga memperkeruh suasana, terlebih dengan isu Covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi memastikan bahwa informasi tersebut kabar bohong (hoaks). Namun, kepada masyarakat harus tetap waspada dan kenali lebih jauh virus Corona. Masyarakat yang teredukasi baik, Virus Corona dapat teratasi lebih cepat.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong/HOAX dimasa siaga darurat COVID-19. Pembuat dan penyebar HOAX akan dihukum pidana sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku,” tulis akun resmi Humas Pemkot Jambi, Selasa (24/3).

Selain itu, Pemkot Jambi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak meneruskan (forward) informasi bohong tersebut. Stop dan berhenti hanya sampai di kita saja, karena akan meresahkan dan menyesatkan masyarakat.

Terpisah, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah juga menyatakan bahwa informasi yang beredar saat ini tidak benar, bahwa  pasien positif Corona pernah pingsan di Swalayan Meranti, Kota Jambi.

“Saya nyatakan berita yang swalayan Meranti tidak benar,” tegasnya.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan inventaris contrak tracking terhadap pasien yang positif Covid-19 dan lokasi yang dikunjungi. Sementara ini, masih dalam pengumpulan informasi.

“Untuk penyemprotan disinfektan yang dilakukan tim gugus tugas di Meranti, merupakan salah satu prioritas untuk mensterilkan tempat layanan publik/umum khusus swalayan meranti, secara bertahap dilakukan di semua tempat,” pungkasnya. (Team AJ)