Beranda Akses Waspada Karhutla, Dandim 0419/Tanjab: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

Waspada Karhutla, Dandim 0419/Tanjab: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

TANJABBAR, AksesJambi.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung (Tanjab) Barat tengah mempersiapkan diri dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayahnya pada musim kemarau nantinya.

Tanjab Barat menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jambi yang wilayahnya memiliki lahan gambut cukup luas, hal ini sangat rawan akan terjadinya Karhutla.

Dandim 0419/Tanjab, Letkol INF Erwan Susanto, menyampaikan bahwa perhatian serius yang akan dihadapi pihaknya nanti yakni kesiapan dalam penanganan Karhutla di Kabupaten Tanjab Barat.

“Kita sejauh ini belum ada penentuan status siaga darurat akan Karhutla, akan tetapi kita (TNI), Polri termasuk BPBD (Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah) Tanjab Barat, termasuk rekan-rekan dari stakeholder lainnya telah menyiapkan langkah-langkah persiapannya,” ujar Dandim, Selasa (23/02/2021).

Ia menyebutkan bahwa, salah satu himbauan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang disampaikannya saat kegiatan videoconference (Konferensi Video), meminta agar adanya kesiap-siapan yang tentu saja tidak boleh dilupakan dalam masa persiapan.

“Himbauannya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahwa kita harus siap siaga, harus memiliki solusi-solusi. Baik itu solusi jangka pendek, jangka menengah, maupun solusi permanen,” jelasnya.

“Termasuk juga persiapan-persiapan dari infrastruktur, yang akan kita siapkan untuk menyambut musim kemarau khususnya di wilayah Tanjung Jabung Barat ini,” timpal Erwan Susanto.

Disisi lain Erwan juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan pada saat musim kemarau, yang dapat menimbulkan Karhutla.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pesannya.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan selama ini segala sesuatunya tidak disebabkan oleh faktor alam, akan tetapi akibat ulah manusia.

“Perlu disampaikan bahwa, secara persentase 99 persen itu akibat ulah manusia,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi