Beranda Akses Warga Muaro Jambi Keluhkan Pungli Sertifikat Prona

Warga Muaro Jambi Keluhkan Pungli Sertifikat Prona

JAMBI, AksesNews – Warga Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi mengeluhkan Proyek Operasional Nasional Agraria (Prona) diduga dijadikan ladang pungutan liar (Pungli) oleh pemerintah desa setempat.

Siti Sobariah, seorang warga Desa Kebon IX mengatakan, dirinya sangat keberatan dengan Pungli tersebut. Apalagi ekonomi sedang lemah akibat pandemi Covid-19. Namun apalah daya, dengan berat hati ia pun terpaksa membayar biaya sebesar Rp 500.000 untuk mendapatkan sertifikat tersebut.

“Saya dan warga lain merasa keberatan, karena harus dimintai uang untuk sertifikat Prona ini. Bayar 500 ribu. Ya, namanya rakyat kecil, kami tidak tahulah,” katanya, Senin (22/02/2021).

Aparat Desa Kebon IX diduga sudah melakukan pemungutan biaya senilai Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000 untuk setiap sertifikat Prona.

Padahal, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sudah manyatakan penerbitan sertifikat Prona tidak dipungut biaya, karena diperuntukkan pada warga yang kurang mampu.

Siti Sobriah mengungkapkan, Pungli ini tidak hanya terjadi di tahun ini saja. Beberapa tahun sebelumnya warga sempat juga sudah dimintai uang senilai Rp 1,5 Juta untuk mendapatkan sertifikat Prona.

Senada dengan Siti, warga Desa Kebun IX lainnya bernama Pono mengatakan, dirinya juga terpaksa mengeluarkan uang untuk memperoleh sertifikat tersebut.
“Biayanya Rp 500.000. Mengambilnya di desa (Kantor Desa),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebon IX, Suwanto, saat dikonfirmasi menyangkal bahwa ada pungutan liar sertifikat Prona di desanya.

“Itu tidak benar pak. Tidak ada yang mengambil pemungutan liar,” katanya, Selasa (23/02/2021).

Mendengar kabar tak sedap itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Jafar Ahmad mendesak pembentukan Tim Siber Pungli Muaro Jambi untuk mengungkapkan persoalan ini.

“Jika benar, hasil pemungutan liar itu harus dikembalikan kepada warga,” pungkasnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi