Beranda Akses Pesona Sungai Batanghari Menyimpan Jejak Sejarah

Pesona Sungai Batanghari Menyimpan Jejak Sejarah

ARTIKEL, AksesNews – Jambi mempunyai banyak sekali tempat wisata nan indah dan juga menarik untuk dikunjungi, berbagai pesona alam dapat kita rasakan dengan nuansa yang berbeda-beda disetiap spot wisatanya.

Baik para pendatang maupun masyarakat asli Jambi dapat merasakan tempat-tempat wisata yang ada di provinsi Jambi. Hal ini biasa dilakukan untuk berlibur ataupun hanya melepaskan beban pikiran setelah beraktifitas seharian.

Salah satu tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi di Provinsi Jambi ialah Sungai Batanghari. Sungai ini tidak hanya menjadi tempat wisata namun juga sebagai salah satu Icon Provinsi Jambi.

Di sisi lain, Sungai Batanghari memiliki nilai-nilai sejarah yang dapat kita ambil dan pelajari. Sungai ini adalah sungai terpanjang di pulau Sumatera. Walaupun sungai ini juga mengaliri Provinsi Sumatra Barat, namun sekitar 70 persen daerah aliran sungai juga berada di Provinsi Jambi.

Sungai Batanghari dalam Lensa Sejarah Batanghari telah dikenal sejak abad ke-7 Masehi. Nama Batanghari sendiri tidak lepas dari sebutan Swarnadwipa, sebutan ini juga digunakan untuk menyebut pulau Sumatera atau dalam bahasa sansekerta yang berarti Pulau Emas.

Batanghari pada masanya menjadi titik penting pusat perdagangan di Sumatera. di sungai ini juga pernah lahir sebuah Kerajaan yang bernama Kerajaan Melayu dan Sriwijaya. Kerajaan ini cukup berpengaruh bagi kerajaan lainnya di nusantara.

Bukti-bukti peninggalan sejarah Kerajaan tersebut dapat kita jumpai pada Kompleks Candi Muaro Jambi, yang lokasinya masih satu jalur dengan aliran Sungai Batanghari di Kabupaten Muaro Jambi. Kompleks yang luasnya sekitar 260 hektare ini merupakan yang terluas di Indonesia.

Bukti itu bisa juga dilihat dari beberapa pecahan-pecahan keramik yang berasal dari Asia Tenggara di antaranya Kamboja, Thailand, dan Burma. Ada pula tembikar berglasir biru yang diyakini berasal dari Persia (kini Iran).

Tidak hanya itu, perhiasan dari emas juga banyak ditemukan di situs tersebut. Sedangkan Cincin, gelang, dan sabuk diyakini barang peninggalan keluarga raja pada masa kerajaan Melayu kuno ataupun Kerajaan Sriwijaya.

Selain itu juga terdapat pula dua arca perunggu berlapis emas ini juga ditemukan di daerah Rataukapastuo yang dipercaya sebagai arca Buddha.

Temuan arkeologis lain dalam situs sepanjang tujuh kilometer dengan lebar 400 meter itu berupa tujuh candi dengan 40 gundukan tanah (menapo) yang dikelilingi parit. Benda-benda ini tidak hanya dijadikan sebagai bukti sejarah namun juga dapat menjadi ukuran kemampuan suatu masyarakat pada rentang waktu seribu tahun lampau tersebut.

Berbagai catatan sejarah yang berhasil ditemukan juga menjelaskan bahwa di Batanghari inilah pernah lahir suatu Kerajaan yang bernama Kerajaan Melayu dan kekuasaannya meliputi Pulau Sumatera sampai ke Semenanjung Malaya.

Namun dari periodesasi waktunya sepertinya perlu adanya pengkajian ulang agar urutan waktu yang kita baca dapat dipahami dengan mudah dan tersusun secara sistematis. Karena penulis beranggapan bahwa Jambi telah hadir lebih dulu dari pada Malaka dan Aceh.

Bukankah mo-lo-you dari Batanghari oleh karena itulah di perlukan pengkajian ulang terhadap garis waktu peristiwa sejarah di Sungai Batanghari.

Penulis: M Rezal Evendi (Mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi)
*Tugas Kuliah

DRadio 104,3 FM Jambi