Beranda Akses Bakar Lahan, Warga Parit Lapis Diancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp...

Bakar Lahan, Warga Parit Lapis Diancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

TANJABBAR, AksesJambi.com – Seorang pria berusia 32 tahun bernama Wahono, warga Parit Lapis, RT. 13, Dusun Simpang Karya Maju, Kecamatan Pengabuan, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, terancam kurangan penjara dan denda Rp 1 miliar karena telah membakar lahan miliknya sendiri.

Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro mengatakan untuk tersangka membuka lahan dengan cara membakar di area seluas 1,2 hektare, yang telah melanggar undang-undang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Beliau membakar lahan seluas 1,2 hektare dan itu sudah melanggar. Tersangka dan akan dikenai ancaman tiga hingga 10 tahun hukuman penjara dengan denda satu miliar rupiah,” tegas Kapolres, Senin (22/02/2021).

Guntur juga menjelaskan, kronologis penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian pada hari Sabtu (20/02/2021), sekitar pukul 18.00 WIB, di Sungai Jadam Kanal 12, Parit 12, Desa Karya Maju, Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjab Barat, Jambi.

Tim kepolisian saat itu tengah melakukan Patroli Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan melakukan pengecekan kanal air serta pemasangan baleho di lokasi rawan karhutla menemukan adanya asap mengepul hutan dan tinggi.

“Tim Polsek Pengabuan dan tim RPK Distrik VI PT. WKS saat melakukan patroli, menemukan adanya asap mengepul hutan dan tinggi. Kemudian menuju lokasi dan melihat hamparan lahan yang sudah ditebas dan tengah dibakar,” jelasnya.

Saat itu, kata Kapolres, ditemui seorang pria yang berada di lokasi. Pria itu bernama Wahono yang merupakan sang pemilik lahan. Tim yang berada di lokasi melakukan pengintrogasian kepada pria tersebut dan membawa ke Mapolsek Pengabuan untuk dilakukan pemeriksaan.

Pria itu pun mengakui, jika lahan itu merupakan lahan miliknya yang baru dibeli sekitar 2 bulan lalu seharga Rp 24 juta. Sebelumnya, lahan itu milik Khusni yang masih semak belukar lalu dijual kepada Wahono dan diolah olehnya untuk jadi lahan perkebunan.

Warga Parit Lapis Ditangkap Polisi karena Membakar Lahan

“Barang bukti yang diamankan oleh pihak kepolisian berupa korek api, minyak solar dalam botol air mineral, golok yang digunakan untuk menebas perkebunan dan sejumlah kayu sisa pembakaran,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro menghimbau kepada masyarakat agar menjaga lingkungan dengan cara tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Bahaya jika dibakar itu, apinya bisa meluas dan bisa berakibat timbulkan kabut asap.

“Buka lahan jangan membakar, karena melanggar hukum dan merusak ekosistem dan tanah. Lebih baik limbah lahan diolah bernilai ekonomis menjadi pupuk kompos, agar tetap produktif dan bernilai ekonomis,” imbaunya. (Dika/*)

DRadio 104,3 FM Jambi