Beranda Akses Batanghari Dilanda 2 Musibah, Salah Satunya Hutang Tahun 2020

Batanghari Dilanda 2 Musibah, Salah Satunya Hutang Tahun 2020

BATANGHARI, AksesJambi.com – Dalam sambutan kegiatan pelaksanaan roadshow pencanangan gerakan keluarga pelopor perubahan dan pengukuhan pengurus TP-PKK Kabupaten Batanghari yang dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, Bupati Batanghari , Muhammad Fadhil Arief juga menyebutkan kondisi Kabupaten Batanghari saat ini, Senin (20/09/2021) kemarin.

Awalnya, pria yang akrab disapa MFA ini menceritakan kondisi taman PKK di Kabupaten Batanghari dalam keadaan tidak terawat. Sementara untuk melakukan perbaikan anggarannya tidak ada.

“Namun kita cari akal, dan Alhamdulillah ada bantuan dari salah satu perusahaan di Batanghari senilai Rp 200 juta, dan akan kita lakukan perbaikan di tiga taman,” ujarnya.

Dalam kondisi Batanghari saat ini, Fadhil melaporkan kepada istri Gubernur Jambi bahwa Batanghari tengah dilanda dua musibah. Pertama yakni musibah Covid-19, sehingga anggaran terkena refocussing.

“Dan satu lagi, musibah hutang tahun lalu yang harus dibayar dan nilainya hampir seratus miliar,” bebernya.

Dengan adanya bantuan dari beberapa pihak tersebut, Fadhil mengatakan, diperlukan sistem manajerial yang baik. Dan bagaimana membangun komunikasi dengan pihak-pihak lain.

“Kita tidak bisa membangun dengan kekuatan kita sendiri, kita juga perlu kekuatan orang lain. Manajer yang baik, adalah bagaimana menghimpun kekuatan ini untuk tujuan bersama, yakni mensejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batanghari, H Bakhtiar saat menghadiri paripurna di Kantor DPRD Batanghari mengatakan bahwa, Pemerintah Kabupaten Batanghari harus dapat menstabilkan keuangan akibat tunda bayar tahun 2020 yang harus diselesaikan tahun 2021 sebesar Rp92,69 miliar.

Belum lagi penyesuaian terhadap beberapa komponen pendapatan sehingga pada saat recofusing dilakukan pengurangan terhadap pendapatan sebesar Rp29,14 miliar.

Bupati juga menegaskan terkait tunda bayar APBD TA 2020 dan penyesuaian terhadap pendapatan TA 2021 sangat mengganggu belanja APBD tahun 2021. (ANI)

DRadio 104,3 FM Jambi