Beranda Akses Salah Satu Manfaat ‘Cuko’ Pempek Dapat Bunuh Virus Corona, Benarkah?

Salah Satu Manfaat ‘Cuko’ Pempek Dapat Bunuh Virus Corona, Benarkah?

JAKARTA, AksesNews – Pempek atau empek-empek merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang cukup digemari banyak orang. Makanan khas dari Palembang, Sumatera Selatan ini memang sangat unik karena disiram dengan kuah yang disebut cuko.

Rasanya yang gurih, kenyal dengan saus cuko yang asam pedas menambah nikmatnya saat menyantap empek-empek ini. Ahli kesehatan menganggap cuka pempek sebagai salah satu unsur disinfektan virus Corona (Covid-19). Apakah hal ini memang benar?

Ketua Kolegium Pengurus Pusat Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (Hakli), Prof Arif Sumantri mengatakan sejumlah zat asam, termasuk cuka empek-empek, dapat membunuh virus corona dengan dicampur bahan lain.

“Setengah cangkir cuka untuk empek-empek yang asam, setengah cangkir air dan ditambah minyak esensial bisa menjadi disinfektan, antiseptik,” kata Arif seperti yang dilansir industry.co.id, Sabtu (21/3).

Dalam jumpa pers yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Gedung BNPB Jakarta, Arif mengatakan takaran minyak esensial dalam kisaran 10-24 tetes. Kemudian, tiga unsur tersebut dicampur untuk  digunakan disinfektan atau antiseptik.

“Adapun, disinfektan dan antiseptik saat ini sedang langka dan mahal seiring maraknya wabah virus Corona. Kocok dalam botol dan beri label tanda aman simpan di tempat aman,” katanya.

Selain itu, Arif juga mengatakan cuka memiliki kandungan asam asetat yang menjadi alternatif pembersih dan pembunuh mikroba alami. Keasaman yang tinggi, membuat cuka bisa membunuh mikroba di permukaan benda.

Menurutnya, minyak esensial bisa berasal dari berbagai bahan seperti minyak cengkeh. Pada dasarnya minyak tersebut didapat dari hasil penyulingan tanaman, bunga, akar, kayu atau biji buah.

Minyak esensial memiliki khasiat sebagai obat, penyembuh dan melawan mikroorganisme terutama pada benda mati.

“Cara kerja asam cuka ini karena rendahnya PH dan ada asam asetat yang akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Minyak esensial bisa menambah kualitas, bisa anti jamur,” jelasnya.

Arif mengatakan sebelum disifektan alami disemprot, media sasaran agar dibersihkan dari debu, bilas dan lap dengan kain, disarankan berbahan serat mikro.

“Ini disinfektan alami pengganti disinfeksi yang kini mahal dan langka,” kata dia.

Menurutnya, dengan disifektan dan antiseptik alami akan membuat masyarakat mandiri di tengah kelangkaan pembasmi mikroorganisme.

Artikel ini sebelumnya, telah tayang di INDUSTRY.co.id, dengan judul “Perhatian, Cuka Empek-empek Dapat Bunuh Virus Corona

DRadio 104,3 FM Jambi