Beranda Akses Jadi Pengedar Sabu, Satu Keluarga di Kota Jambi Ditangkap BNN

Jadi Pengedar Sabu, Satu Keluarga di Kota Jambi Ditangkap BNN

JAMBI, AksesNews – Satu keluarga di Kota Jambi ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jambi, mereka ditangkap lantaran terlibat dalam pengedaran narkoba jenis sabu di wilayah setempat.

Petugas BNNK Jambi berhasil mengamankan dua pria yakni EH (28) dan pamannya ZU alias Bujang (52) warga Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi. Mereka satu keluarga mengedarkan narkoba itu dari rumahnya.

Kepala BNNK Jambi AKBP Agus Setiawan mengatakan, penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi masyarakat tentang adanya pengedar narkoba yang sering melakukan transaksi di sekitar kawasan tersebut.

“Penangkapan tersebut berawal dari petugas pemberantasan BNNK Jambi mendapatkan laporan dari masyarakat pada Selasa, 11 Agustus 2020 lalu, bahwa telah terjadi transaksi narkotika jenis sabu di kawasan tersebut,” kata Agus, Selasa (18/08/2020).

Kemudian, anggota Pemberantasan BNNK Jambi baru melakukan penyelidikan pada Sabtu, 15 Agustus 2020, dan benar saja di sana petugas berhasil mengamankan tersangka EH. Selanjutnya, menggeledah rumah pelaku.

“Petugas berhasil menemukan barang bukti diduga narkotika jenis sabu yang dimasukan ke dalam plastik hitam dan di sana berisikan 1 bungkus plastik klip bening kecil yang diduga berisakan narkotika jenis sabu,” jelasnya.

Tak lama kemudian, petugas kembali berhasil mengamankan satu pelaku yakni Bujang yang mana adalah paman dari EH. Di sana petugas berhasil menemukan satu plastik hitam yang berisikan 7 paket kecil yang berisikan narkotika jenis sabu.

“Mereka mengakui bahwa barang haram tersebut adalah miliknya. Akhirnya kedua pelaku langsung di bawa ke Kantor BNNK Jambi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka sekeluarga diduga mengedarkan narkoba di Kota Jambi,” tambahnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kedua tersangka. Mereka ini merupakan satu keluarga yang menjadi pengedar, untuk kedua tersangka ini sepertinya tangan kanan dan kiri yang hanya meneruskan penjualan barang haram tersebut.

Untuk EH ini, kata Agus, ia menjual dan juga pemakai, sedangkan pamannya Bujang hanya penjual saja. Dugaan sementara, dari penangkapan dua tersangka ini mulai terjadi perpindahan penjualan barang haram tersebut.

“Barang haram tersebut, yang mana sebelumnya di Pulau Pandan dan Danau Sipin, Kota Jambi. Jadi, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di tempat lain, tapi tetap akan dibasmi semuanya,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi