Beranda Akses Alasan Rapat, Kadis Perkim Tanjab Barat Hindari Bertemu Awak Media

Alasan Rapat, Kadis Perkim Tanjab Barat Hindari Bertemu Awak Media

TANJABBAR, AksesJambi.com – Kepala Dinas Perkim, Cipto Hamunangan enggan ditemui oleh sejumlah awak media untuk dikonfirmasi soal kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat.

Melalui staf yang ada di Dinas Perkim Kabupaten Tanjab Barat, disampaikan bahwa Cipto sedang melakukan rapat di dalam ruangannya.

“Lagi rapat bang,” sebut salah seorang staf di Dinas Perkim Tanjab Barat, Kamis (17/06/2020).

Namun, hingga satu jam kemudian tak ada pemberitahuan untuk bisa tidaknya awak media bertemu dengannya.

Sementara, saat salah satu awak media mencoba membuka pintu ruang kerjanya, kedapatan hanya ada Cipto dan satu orang rekannya yang diketahui bernama Jun, yang merupakan PPTK di Dinas Perkim Tanjab Barat.

Namun, tanpa mengucapkan sepatah katapun, hanya melambaikan tangan mengartikan bahwa awak media belum diizinkan masuk.

Untuk diketahui, PPTK sendiri mempunyai tugas untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan, melaporkan perkembangan pelaksanaan kegiatan serta menyiapkan dokumen anggaran atas beban pengeluaran pelaksanaan kegiatan.

Sejumlah awak media ingin melakukan konfirmasi terkait dengan kasus proyek LPJU yang diduga adanya indikasi korupsi. Bahkan, saat ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) tengah melakukan pemeriksaan terhadap laporan yang masuk tersebut.

Kajari Tanjab Barat, melalui Kasi Intel Kejari, Arnold Saputra sempat menyebutkan bahwa telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang termasuk diantaranya Kadis Perkim Tanjab Barat, Cipto Hamunangan.

Disisi lain, pemeriksaan terhadap Kadis Perkim ini juga disampaikan oleh Kasi Pidsus Kejari Tanjab Barat, Hery Susanto.

“Pada pokoknya benar ada laporan sudah kita tindaklanjuti pemberkasannya. Sekarang kita masih pelajari dokumen, dan dokumen itu masih belum lengkap. Jadi masih full data lah,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Kasus Dugaan Korupsi LPJU Perkim Tanjab Barat, Kejari Telah Panggil 10 Orang

Untuk diketahui, dari informasi yang diterima, proyek LPJU di Dinas Perkim Tanjab Barat tahun 2019 ini memakan anggaran sebesar Rp 9 miliar. Dalam pelaksanaannya tersebut, diduga terdapat penyimpangan atau korupsi yang dilakukan.

Sebanyak 10 orang yang telah di panggil oleh pihak Kejaksaan memunculkan beberapa nama termasuk Kepala Dinas Perkim, Cipto Hamunangan, serta Kepala Bidang Kawasan Permukiman, Kristian yang disebut-sebut telah dipanggil dan dimintai keterangan.

Setelah lebih kurang dua jam awak media menunggu, salah satu pegawai lainnya saat diminta untuk menanyakan bisa tidak bertemu Kadis untuk meminta konfirmasi, menyebutkan bahwa tidak bisa bertemu.

“Sudah saya tanya bang, katanya tidak bisa bertemu, masih rapat. Masih ada yang mau dibicarakan lagi katanya,” tutupnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi