Beranda Akses Data Kematian Covid-19 versi Kota dan Provinsi Jambi Tak Sinkron

Data Kematian Covid-19 versi Kota dan Provinsi Jambi Tak Sinkron

JAMBI, AksesNews – Ketidaksinkronan antara data pasien Covid-19 yang diumumkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dengan kenyataan yang sudah terjadi ditemukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.

Disampaikan oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha, pasien Covid-19 di Kota Jambi yang meninggal dunia jumlahnya tidak sesuai dengan laporan yang dipublikasikan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.

“Kami heran Satgas Provinsi Jambi, juru bicaranya tidak mengatakan yang meninggal dunia (pasien Covid-19 di Kota Jambi). Sedangkan yang dimakamkan jumlahnya sudah puluhan,” katanya, Kamis (17/12/2020).

Sampai tanggal 16 Desember tahun 2020, kata Fasha, ada 53 jenazah yang dimakamkan dengan protokol penanganan Covid-19. Sedangkan jenazah yang terkonfirmasi Covid-19 lalu dimakamkan, ada sekitar 35 janazah. Tetapi hanya 5 jenazah Covid-19 yang dilaporkan oleh Satgas Penanganan CoviD-19 Provinsi Jambi.

“Jenazah Covid-19 yang sudah dimakamkan berpuluh-puluh. Di Kota yang dimakamkan 53 jenazah yang dimakamkan dengan protokol Covid-19. Nah (hingga 16 Desember 2020) yang terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 35. Jadi harusnya 35 yang dilaporkan, tetapi ini hanya 5,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah menegaskan bahwa pihaknya dalam mengumumkan data Covid-19 sesuai dari Pemerintah Pusat.

“Kalau Pemerintah Provinsi Jambi mengacu pada pusat,” katanya, Kamis (17/20/2020) melalui WhatsApp.

Sinkronisasi data akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi bersama Dinkes di kota/kabupaten.

“Kita kumpulkan data dulu. Melalui dinkes provinsi nanti akan diadakan rapat tingkat provinsi dan kabupaten/kota tentang sinkronisasi data, sehingga tidak ada yg perbedaan data,” ujar Johansyah.

Namun, ke depannya Pemkot Jambi mengumumkan data pasien Covid-19 yang meninggal dunia, meskipun tidak sesuai dengan laporan dari Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi.

Menurut Fasha masyarakat tidak boleh dibohongi. Lagi pula pengumuman ini dapat menyadarkan masyarakat bahwa Covid-19 adalah kenyataan.

“Pokoknya ada yang meninggal akan kami laporkan, walaupun berbeda dengan laporan dari Pemerintah Provinsi Jambi. Kita tidak boleh membohongi masyarakat. Kenapa perlu kita umumkan? Supaya masyarakat sadar bahwa Covid-19 ini ada,” pungkasnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi