Beranda Akses Penyelundupan Ribuan Benih Lobster ke Malaysia dan Singapura Kembali Digagalkan

Penyelundupan Ribuan Benih Lobster ke Malaysia dan Singapura Kembali Digagalkan

JAMBI, AksesNews – Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi dan Satreskrim Polres Tanjab Timur, berhasil menggagalkan aksi penyelundupan ribuan ekor benih lobster. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi, Sabtu (16/05/2020).

Penangkapan pelaku penyeludupan benih lobster yang dikemas dalam box styrofoam tersebut, berawal saat tim memberhentikan kendaraan pengangkut benih lobster melintasi pos pengamanan Operasi Ketupat 2020, pada Jumat (15/5), sekitar pukul 22.30 WIB kemarin. Diketahui benih lobster itu akan dikirim dari perairan Tanjung Jabung (Tanjab) Timur menuju ke Malaysia atau Singapura.

Dari penangkapan ini tim dari Ditreskrimsus dan Satreskrim Polres Tanjabtim, berhasil mengamankan satu unit mobil toyota Kijang Inova warna hitam, dengan nomor polisi BH 1035 MO di pos pengamanan Operasi Ketupat tepatnya di jalan lintas Jambi-Muara Sabak, Zone V, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Puluhan Ribu Benih Lobster Dilepasliarkan di Pantai Pulau Berhala

Pelaku merupakan dua orang laki-laki, diantaranya A (41), warga Parit VI, Kelurahan Nipah Panjang II, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjungjabung Timur, dan MB (29) yang berstatus mahasiswa, warga RT 09, Keluruhan Mendahara Ilir, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur.

Kemudian petugas mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Kijang Innova warna hitam BH 1035 MO, unit handphone, dan enam box styrofoam warna putih berisikan 24 kantong plastik benih lobster setiap box berisi ratusan ekor.

Setelah melakukan introgasi terhadap kedua pelaku, diketahui bahwa mobil yang mereka kendarai telah melakukan pengangkutan baby lobster dari Kota Jambi, untuk dibawa ke Desa Lambur, dan rencana selanjutnya akan dikirim melalui pelabuhan tikus untuk dibawa ke perairan lepas.

“Hasil pengakuan kedua pelaku, mereka dibayar sebesar Rp 1 juta untuk mengangkut sekali benih lobster tersebut yang mobilnya sudah disipakan di Kota Jambi. Di dalam mobil sudah ada benih lobster tersebut untuk dikirim ke Desa Lambur, dan selanjutnya diseludupkan melalui perairan di sana,” kata Kombes. Pol. Edi Faryadi.

Saat ini telah dilakukan pengembangan dan pencarian terhadap pelaku-pelaku lain. Tim gabungan, termasuk dengan Penyidik Dit Reskrimsus Polda Jambi, serta berkoordinasi sama BKIPM Jambi.

Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 88 UU RI No. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 2004 tentang Perikanan dan/atau Pasal 31 ayat (1) Jo. Pasal 6 Jo Pasal 7 Jo Pasal 9 Undang-undang RI No.16 tahun 1992 tentang Karantina Ikan, hewan, dan tumbuhan. (Bob)