Beranda Akses Ratusan Burung Ilegal Gagal Dikirim ke Lampung

Ratusan Burung Ilegal Gagal Dikirim ke Lampung

JAMBI, AksesNews – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi berhasil menggagalkan penyelundupan satwa tanpa dilengkapi legalitas dokumen, di Loket Rhema Abadi yang berada di Kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi.

Petugas setidaknya menemukan sebanyak 10 keranjang yang berisi 500 ekor burung kolibri ninja dan 15 burung cucak ranting di dalam kardus. Burung-burung tersebut, berasal dari Pekanbaru, Provinsi Riau dengan tujuan Provinsi Lampung.

Ratusan burung tersebut diketahui diberangkatkan pada Kamis (13/08/2020) malam. Namun, digagalkan petugas pasca menerima informasi adanya upaya penyelundupan tersebut.

“Setelah bus sampai, kita lakukan pemeriksaan. Benar saja, ditemukan paket burung yang diletakkan di toilet bus dan di bawah bangku penumpang,” jelas Jefriyanto, Koordinator Korlut BKSDA Provinsi Jambi, Sabtu (15/08/2020).

Sayangnya, lagi-lagi petugas tak menemukan pelaku dalam temuan tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap mengamankan ratusan burung kolibri ninja dan juga cucak ranting tersebut untuk dilepas liarkan kembali.

“Pelaku ini hanya mengirimkan saja seperti bentuk paket. Nanti ada yang ambil setelah barang sampai tujuan,” tambahnya.

Kemudian Jefriyanto menyebutkan, dari kedua jenis burung tersebut ada yang satwa dilindungi yakni cucak ranting kalau untuk kolibri ninja bukan termasuk satwa yang dilindungi. Tetap ini merupakan perdagangan ilegal.

“Untuk satu harga burung kolibri ninja ini dihargai untuk betina Rp 9 ribu, kalau untuk jantan Rp 20 ribu,” sebutnya.

Dengan adanya temuan itu, kta Jefriyanto, pihaknya akan berkoordinasi dengan BKSDA Riau untuk mengungkap siapa pelaku yang sengaja mengirimkan paket berisi ratusan burung kolibri ninja dan juga cucak ranting tersebut.

“Kita juga sudah kasih surat pernyataan kepada pemilik loket dan juga sopir. Diberi materai, namun kita bingungnya sopir ini selalu berbeda. Burung ini akan kita lepas di Luncuk Dua, Kabupaten Batanghari,” tutupnya. (Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi