Beranda Akses Di Tengah Massa Aksi, Masih Ada yang Konsisten Suarakan Protokol Kesehatan

Di Tengah Massa Aksi, Masih Ada yang Konsisten Suarakan Protokol Kesehatan

TANJABBAR, AksesJambi.com – Pelaksanaan unjuk rasa dari mahasiswa selama dua hari di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat dilakukan di depan Gedung DPRD Tanjab Barat. Pelaksanaan unjuk rasa dari awal hingga akhir berjalan dengan aman dan lancar.

Ada sisi lain dari pelaksanaan unjuk rasa ini. Iya, ada satu sosok anggota Satpol PP yang mencuri perhatian. Dengan menggunakan pakaian kerja lengkap, menggunakan masker, satu anggota Satpol PP tersebut mengantungkan alat pengeras suara di tanggannya.

Budi, Kabid P3 (Kepala Bidang Penegakan Perda dan Perkada) Satpol PP Tanjab Barat, juga ikut menyuarakan hal penting di tengah ratusan massa yang ikut unjuk rasa di depan Gedung DPRD Tanjab Barat.

Budi, lelaki berusia 57 tahun tersebut bukan menyuarakan soal penolakan UU Omnibus Law yang dilakukan oleh mahasiswa. Namun, dengan pengeras suara yang stanby di tangannya, Budi terus menyuarakan penerapan protokol kesehatan di tengah unjuk rasa itu.

“Kepada adik-adik semua, tetap gunakan masker, maskernya tetap di pakai, jaga jaraknya, tetap patuhi protokol kesehatan, semoga kita semua sehat,” teriaknya.

Hampir seperti itu lah ucapan yang didengar melalui pengeras suara. Ada sebagian yang langsung buru-buru menaikkan masker yang sempat di turunkan ke dagu ketika berorasi. Atau bahkan, yang awalnya sangat berdekatan ada sebagian yang mencoba menjaga jarak satu sama lain.

Namun, tidak banyak juga yang tetap berorasi dengan menurunkan masker di dagu, dan tetap saling berdekatan. Meskipun memang terkadang suara Budi lebih besar terdengar di banding suara mahasiswa yang sejenak mengecilkan suara orasinya.

Apa yang dilakukannya pada saat itu, memang tidak berdampak banyak. Selain menjalankan tugasnya sebagai bidang penegakkan perda, apa yang dilakukan Budi juga ingin melihat mahasiswa tetap berada koridornya di tengah Pandemi Covid-19.

Itulah yang disampaikan oleh Budi yang tahun depan akan pensiun ketika di wawancarai usai pelaksanaan unjuk rasa bubar. Sosok Budi terbilang sederhana, hanya ingin menyampaikan pentingnya kesehatan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini sebagai pekerjaan, tugas tentunya. Meskipun memang, ketika saya terus menerus menyuarakan soal protokol kesehatan ada yang mendengar tapi tidak melakukan, ya tidak apa-apa,” sebutnya

“Di luar pekerjaan pun, saya tetap menyuarakan disiplin protokol kesehatan. Saya hanya ingin, tidak ada masyarakat Tanjabbar yang terkena Covid, tidak ada lagi penambahan kasus, dan kita bisa hidup seperti dulu. Hanya itu,” ungkapnya

Apa yang dilakukan oleh Budi sesuai dengan pekerjaannya, menggunakan seragam satpol pp, menggunakan pengeras suara, dirinya menyuarakan disiplin protokol kesehatan. Ini telah Ia lakukan sejak adanya Pandemi Covid 19 di Kabupaten Tanjabbar.

“Intinya kita kerjakan dengan ikhlas. Kadang ya kita sudah kasih tau begini-begini soal penerapan jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Tapi ya sebentar saja, udah itu tidak lagi seperti itu (menerapkan protokol kesehatan). Wajar karena ini new normal,” terangnya

Mungkin sebagian orang menganggap hal yang dilakukan oleh Budi adalah sebagai tuntutan pekerjaan dan tugasnya, dan sebagaian tidak ambil pusing soal himbauan yang terus di suarakannya. Namun bagi Budi, menyuarakan disiplin protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat adalah kewajiban sebagai manusia, di luar dari tugasnya yang memang menerapkan Perda.

“Tugas manusia adalah saling menginggatkan, ketika tidak lagi di dengar kita doakan. Harapan saya adalah bagaimana masyarakat khususnya Kabupaten Tanjabbar bisa disiplin protokol kesehatan dan sehat, hanya itu. Dan hanya ini yang bisa saya lakukan untuk masyarakat,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi