Beranda Akses Satu Pekan Pengiriman Udang Ketak dari Tanjab Barat ke Jakarta di Stop

Satu Pekan Pengiriman Udang Ketak dari Tanjab Barat ke Jakarta di Stop

TANJABBAR, AksesJambi.com – Udang ketak menjadi salah satu hasil laut bagi nelayan yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat. Saat ini harga udang ketak kian menurun, ini menjadi lesu bagi pengusaha udang ketak.

Terlebih lagi, dari hari ini hingga minggu kedepan, udang ketak tak lagi di kirim ke Jakarta sebagai tempat tujuan pengiriman. Lantaran, pihak penampung yang ada di Jakarta menyetop pengiriman udang ketak.

Indra, seorang pengusaha udang ketak menyebutkan, bahwa terhitung hari ini hingga minggu depan, pengiriman udang ketak di stop. Ini berimbas pada tangkapan nelayan di Kuala Tungkal yang tidak bisa dibelinya seminggu ini.

“Kondisi sekarang pihak Jakarta bilang udang ketak lagi banyak. Jadi selama kurang lebih seminggu ini lah kita tidak ada kirim udang ke Jakarta,” ujarnya, Selasa (14/07/2020).

Indra menyebutkan, bahwa soal harga jual dengan kondisi saat ini mengalami up dan down. Satu minggu yang lalu harga udang ketak berada dalam nilai jual Rp 80 ribu per ekor dengan jenis udang ketak Jumbo.

“Kalau sekarang lagi down, ukuran jumbo itu dijual hanya Rp 30 ribu. Harganya naik turun, karena tergantung dari banyaknya udang. Kalau lagi banjir harganya bisa turun, kalau lagi stabil bisa Rp 80 ribu,” sebutnya.

Ia menyebutkan bahwa, jika dalam kondisi normal harga udang ketak dengan ukuran jumbo bisa dijual dengan harga Rp 120 ribu per ekor. Namun, saat ini harga tersebut terbilang jauh, terlebih sejak pandemi ini.

Soal transportasi, kata Indra, dengan kondisi pandemi tidak terlalu berpengaruh. Meskipun memang beberapa kali untuk pengiriman Jakarta melalui Riau atau Palembang, yang tentunya menambah cost transportasi.

“Soal transportasi selama pandemi memang ada sekitar Maret itu dua mingguan tidak bisa kirim. Tapi setelah itu bisa kirim, kadang memang ada kendala,” katanya.

Saat ini, pihaknya hanya tinggal menunggu kondisi harga udang ketak stabil. Ini melihat dari banyaknya permintaan dari Jakarta yang tergantung permintaan pasar luar negeri seperti Hongkong. Jika permintaan sedikit, maka otomatis berpengaruh terhadap harga.

“Intinya di banyak atau tidaknya permintaan. Kalo permintaan banyak, otomatis harga naik tapi kalo sedikit sementara hasil udang banyak ya harga jual rendah, atau seperti sekarang, di stop pengirimannya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yanto, petugas gudang ketak lainnya. Ia menyebutkan bahwa karena kondisi permintaan yang sedikit, sementara hasil udang ketak banyak membuat harga jual udang ketak rendah.

“Sekarang harga jual ke Jakarta itu rendah. Harga kadang tinggi kadang rendah, jadi kita tidak bisa tentukan harga. Tadi malam masih Rp 85 ribu per ekor, hari ini Rp 50 ribu, kan turunnya kuat,” sebutnya.

Sementara itu, untuk pengiriman juga tidak sebanyak beberapa bulan terakhir. Saat ini, katanya, untuk pengiriman ke Jakarta sekitar dua hari sekali. Sementara pada bulan-bulan lalu bisa setiap hari.

“Paling sekarang itu dua hari sekali itu paling cepat,” terangnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi