Beranda Akses Ruas ke Safrial: Bagaimana Nasib Mahasiswa asal Tanjab Barat yang Tak Bisa...

Ruas ke Safrial: Bagaimana Nasib Mahasiswa asal Tanjab Barat yang Tak Bisa Mudik?

TANJABBAR, AksesJambi.com – Ruang Aspirasi Mahasiswa (Ruas) melakukan audensi dengan Bupati Tanjung Jabung (Tanjab) Barat, Safrial dan didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Agus Sanusi bersama Asisten I yang dilaksanakan di kantor Bupati, Kamis (14/05/2020).

Dalam audiensi ini, mereka membahas dan membicarakan persoalan yang ada di Kabupaten Tanjab Barat, khususnya dampak dari pandemi wabah virus Corona (Covid-19) saat ini.

Sejak diberlakukannya penetapan wabah Covid-19 ini, sebagai Bencana Nasional non-alam oleh Pemerintah Pusat serta diikuti dengan dikeluarkannya beberapa Peraturan untuk pencegahan Penyebaran wabah Covid-19.

Seperti diberlakukannya, sosial distancing, penerapan jam malam, himbauan untuk bekerja dirumah serta diliburkannya seluruh sekolah dan kampus, membuat beberapa pengaruh terhadap Sosial, Ekonomi dan Regulasi atau Kebijakan.

Selain itu, dua pokok permasalahan yang difokuskan oleh Ruas dalam audiensi ini, yakni terkait mahasiswa asal Tanjab Barat yang tidak dapat mudik dan seringnya padam Listrik di Tanjab Barat.

Salah satu anggota Ruas, Wahyu Jati yang merupakan Mahasiswa Universitas Batanghari menyampaikan, bahwa dalam waktu beberapa hari lalu, Ruas mencoba membuat pengaduan secara daring kepada Pemkab atas mahasiswa asal Kabupaten Tanjab Barat yang sedang kuliah di luar daerah Provinsi Jambi.

Menurutnya, data tersebut diambil dari mahasiswa yang benar-benar tidak bisa mudik karena PSBB di wilayah kuliah mereka. Ruas mengklaim, dari data yang telah dihimpun ada 24 mahasiswa yang tidak dapat mudik ke kabupaten Tanjab Barat.

“Ruang aspirasi mahasiswa Tanjab Barat sudah mengumpulkan 24 data mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung sampai lebaran ini, yaitu ke bumi serengkuh dayung serentak Kke tujuan,” kata Wahyu.

Atas data tersebut, Wahyu berharap Bupati dan pemerintah kabupaten dapat membantu mahasiswa tersebut seperti kebutuhan pangannya.

“Kita disini juga menyampaikan kepada Bupati agar membantu putra-putri asal Tanjab Barat yang sedang menimba ilmu diluar Provinsi Jambi agar dibantu dari kebutuhan pangannya,” ujarnya.

Selain itu, Siti Fatimah Firdawati mahasiswa Universitas Adiwangsa, mengatakan pemerintah daerah juga memperbaiki jaringan listrik dibeberapa wilayah Kabupaten Tanjab Barat yang masih mengalami gangguan seperti pemadaman listrik berkepanjangan.

Menurutnya, padam listrik dirasa menghambat akses jaringan internet guna mendukung proses perkuliahaan daring yang diterapkan oleh setiap Kampus saat ini sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

“Semoga masukan ini yang disampaikan langsung kepada Bupati ada solusi dan terus kita pantau kedepannya,” harapannya.

Menanggapi semua itu, Bupati Tanjab Barat, Safrial menjelaskan Data yang diterima tetap akan di proses. Dirinya akan membantu putra-putri asal Tanjab Barat yang kuliah diluar daerah Provinsi Jambi dan jangan sampai mereka lapar.

“Orang lain saja kita bantu, apa lagi putra-putri kita yang sedang menimba ilmu di rantauan, masa tidak dibantu putra-putri kita,” ungkap saftial.

Mengenai Jaringan listrik, Safrial menjelaskan lagi tahapan dibangun gardu induk dua di daerah Pelabuhan Dagang.

“Semoga cepat selesai dan beberapa desa yang belum merasakan lampu sama sekali, akan merasakan nanti,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi