Beranda Akses Tinggalkan Surat Minta Maaf ke Warga Tambak Sari Sebelum Akhiri Hidupnya

Tinggalkan Surat Minta Maaf ke Warga Tambak Sari Sebelum Akhiri Hidupnya

JAMBI, AksesNews – Buat surat sebelum akhiri hidupnya dengan gantung diri, seorang warga Kelurahan Tambak Sari, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi berinisial M (64) minta maaf kepada keluarga, warga RT. 01 yang dituliskan dalam surat tersebut.

M sendiri ditemukan tewas oleh pihak keluarganya, Minggu (13/12/2020). Diketahui dari informasi yang dihimpun, M memiliki penyakit yang dideritanya selama 11 tahun terkahir ini.

Menurut keterangan Ketua RT 01, Endang mengatakan mengetahui kejadian tersebut saat mendengar teriakan dan jeritan tangisan orang yang tak jauh dari rumahnya.

Dirinya pun langsung mendatangin sumber suara tersebut, rupanya suara tersebut berasal dari rumah korban yang mana anak-anaknya beserta istri korban histeris atas apa yang mereka lihat.

“Ternyata Pak Marimin, kita temukam sudah tak bernyawa dalam keadaan gantung diri digudang rumahnya,” kata Endang, Minggu (13/12/2020).

Dari keterangan pihak keluarga yang disampaikan oleh Endang, istri korban ini baru saja pulang dari Desa Tangkit.

Sesampainya di rumah, istri korban menanyakan kepada anak-anaknya Korban ada di mana, lalu istri korban dan anak-anaknya mencari di dalam rumah namun tidak ada dan sempat mencari korban di luar rumah.

“Jadi ketahuannya saat anak korban yakni “W” melihat pintu gudang dalam keadaan terbuka saat itu juga anak korban membuka pintu tersebut dan anak korban sontak langsung teriak dan menangis melihat korban sudah dalam keadaan Gantung diri,” jelasnya.

Endang juga menambahkan bahwa dalam kejadian ini, korban meninggalkan surat yang berisikan bahwa dirinya meminta maaf sebesar-besarnya dengan RT 01, keluarga dan warga sekitar semasa hidupnya pernah berbuat salah dan dirinya juga meminta tolong untuk surat kematian dibuatkan dan korban juga meminta untuk masalah ini jangan dipermasalahkan lagi.

“Dari surat ya saya baca, memang korban dan keluarga tidak ada masalah, hanya saja memang korban sudah capek akan skit yang dideritanya,” terang Endang.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Jambi Selatan, Ipda Putu Gede, membenarkan atas kejadian tersebut dan pihaknya juga sudah melakukan olah TKP.

“Kita sudah olah TKP, namun kita tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan terhadap korban dan pihak korban juga tidak mau korban kita lakukan Otopsi, ” katanya.

Ipda Putu Gede, menyampaikan keterangan Istri Korban bahwa Korban menderita Penyakit (Rahasia Medis) sudah 11 tahun lamanya dan sudah pernah di operasi sebanyak 2 kali.

“Mungkin korban ini lantaran frustasi akan penyakit yang diderita makannya dia mengakhiri hidupnya,” pungkasnya. (Team AJ)

DRadio 104,3 FM Jambi