Beranda Akses Polisi Ungkap Kasus Pencurian Ribuan Buku Nikah di Bungo

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Ribuan Buku Nikah di Bungo

BUNGO, AksesJambi.com Sebanyak 3 orang penadah buku nikah hasil pencurian di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bungo, Jambi, ditangkap polisi. Tindakan mereka berhasil diungkap, setelah Polres Bungo memeriksa pria berinisial AS selaku pencuri buku nikah.

Para pria pencuri itu, yakni berinisial HZ (36) warga Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau. Lalu, berinisial YN (66), warga Kampor, Riau. Terakhir, pria berinisial BT (68), warga Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro mengatakan para pelaku memiliki peran dan keahlian yang berbeda. Secara ilegal mereka menjamin para korban memiliki buku nikah.

“Mereka mempunyai keahlian khusus. Ada imam masjid, dan 2 orang ketua RT. Ini juga mempunyai riwayat silsilah bisa mengurus pernikahan,” ujarnya, Sabtu (13/11/2021).

Guntur mengatakan pelaku utama (AS) biasanya menjual hasil curiannya ke BT. Lalu, digunakan untuk pernikahan siri. Buku yang berhasil terjual sebanyak berkisar 440 buku dengan 20 pasang.

“Keahlian dan pengetahuan para penadah bisa berbahaya untuk kepentingan hubungan lainnya. Pelaku utama dan penadah merupakan ahli spesialis buku nikah,” tuturnya.

Tidak hanya pelaku yang berjumlah 4 orang, polisi juga mengamankan barang bukti hasil tindakan buruk mereka. Barang bukti itu, yakni uang Rp 7 Juta dari hasil penjualan buku nikah, dan 2.560 buku nikah yang belum terjual. Ada pula beberapa stempel, obeng, dan tang.

“Aksi mereka ini ternyata sudah lama dilakukan para pelaku. Tujuannya di wilayah Sumatera. Dan mereka adalah sindikat antar provinsi,” ungkapnya.

Sebagai kilas balik, ada 3.000 buku nikah di kantor Kemenag Kabupaten Bungo, Jambi, yang dicuri pria berinisial AS, Senin (01/11/2021). Ribuan buku itu, masih tersegel.

Setelah diselidiki polisi, AS ternyata berada di Pekanbaru, Riau. Sehingga polisi melakukan pengejaran di sana. Dari hasil pemeriksaan, AS sudah melakukan pencurian buku nikah sebanyak 7, dan bekerja sama dengan 3 orang tadi. Mereka semua kini menjadi tersangka. (Sob/Jmk)

DRadio 104,3 FM Jambi