Beranda Akses Sempat Jadi Primadona pada Zamannya, Begini Nasib Anjungan Provinsi Jambi

Sempat Jadi Primadona pada Zamannya, Begini Nasib Anjungan Provinsi Jambi

Kawasan di dekat Bandara Sultan Thaha Jambi dan Arena Eks MTQ. Foto: Bahara Jati/AksesJambi.com
Kawasan di dekat Bandara Sultan Thaha Jambi dan Arena Eks MTQ. Foto: Bahara Jati/AksesJambi.com

JAMBI, AksesNews – Arena MTQ Provinsi Jambi sempat menjadi primadona masyarakat Jambi sekitar tahun 1997 saat Provinsi Jambi menjadi tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

Di kawasan itu yang lokasinya sangat strategis berada dekat dengan bandara, dan juga taman rekreasi taman rimba serta terdapat “Anjungan Provinsi Jambi” rumah adat dari tiap kabupaten/kota.

Namun kini kondisinya tak terawat, banyak yang rusak, taman-taman di kawasan anjungan itu dipenuhi dengan rumput liar akibat tidak tersentuh penyiangan dan pembersihan.

Mengingat Sejarah?

Anjungan Provinsi Jambi yang menyajikan rumah adat Melayu, rumah betiang atau Rumah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, yang mulai dibangun April 1974 dan diresmikan setahun kemudian.

Singkat cerita, Pada tahun 1979 dibangun sebuah panggung berbentuk perahu angsa, perahu tradisional daerah Jambi, dinamakan kajang lako. Dibelakang rumah betiang terdapat bangunan berupa lumbung (blubur), yakni tempat penyimpanan hasil pertanian beserta peralatannya.

Sedangkan, disampingnya berdiri bangunan balai digunakan untuk kantor pengelola anjungan dan ruang pameran berbagai jenis hasil alam, industri, serta kerajinan kayu dari 10 kabupaten/kota

Mulai Terlupakan?

Kini, sejumlah kondisi bangunan rumah tradisional itu sudah mulai rusak, bahkan beberapa bagian tangga dari rumah di sana sudah ada yang lapuk. Bahkan salah satu tangga di rumah tradisional anjungan Kabupaten Batanghari dipalang papan agar tidak dinaiki oleh pengunjung. Akibat palang liar tersebut, estetika rumah tradisional tersebut menjadi berkurang.

Ana adhan, biasa disapa bunda Ana sekaligus sutradara puluhan film layar lebar dan sinetron asal Jambi ini menyayangkan lokasi area eks MTQ yang tak terurus.

“Sayang sekali, dari dulu suatu tempat wisata masyarakat Jambi, namun ini keteledoran pemerintah yang tidak memperhatikan taman semua kebersihan di lingkungan anjungan Jambi ini sehingga tidak nyaman masyarakat main kesini.” katanya, Minggu, (12/07/2020)

Sebenarnya kalo ini terbenah mungkin ini salah satu Pariwisata masyarakat Jambi yang paling pertama.

Dirinya berharap dinas pariwisata harus benar-benar mengontrol area wisata eks MTQ ini karena anjungan ini pada hancur, baik itu juga keamanan karena banyak terlihat pungutan liar.

Selain itu ungkap bunda ana pada masa gubernur sayuti area ini sangat bagus sekali karena pada masa beliau anggota ikatan motor cross Indonesia dan selalu dijadikan tempat kordinasi untuk komunitas motor cross.

“Dan sebenarnya area anjungan eks MTQ ini merupakan aset yang bagus bagi pemerintah provinsi Jambi,” tegasnya.

Terlihat beberapa halaman rumah adat itu digunakan oleh sejumlah warga ajang bermain anak-anak berupa persewaan motor mini, mobil listrik dan lainnya.

Lokasi anjungan rumah adat di Arena MTQ Jambi tersebut sangat strategis berada di depan Bandara Sultan Thaha Jambi, dan bersebelahan dengan Taman Rimbo atau kebun binatang Jambi.

Sehingga kawasan itu sementara ini memiliki potensi wisata dan pendidikan bila ditata dengan benar. Hingga berita ini tayangkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait.

SUMBER: Ampar.id

DRadio 104,3 FM Jambi