Beranda Akses Aliansi Masyarakat Tanjab Barat Bersatu Tolak Konsep Revolusi Akhlak

Aliansi Masyarakat Tanjab Barat Bersatu Tolak Konsep Revolusi Akhlak

TANJABBAR, AksesJambi.com – Aliansi Masyarakat Tanjung Jabung (Tanjab) Barat bersatu melakukan aksi damai di Alun-alun Kuala Tungkal, Jumat (11/12/2020), menolak konsep Revolusi akhlak yang diserukan Rizieq Shihab.

Ikhwan koordinator Aksi mengajak Aliansi Masyarakat Tanjab Barat bersatu menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita tidak akan memecah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita menolak revolusi akhlak,” serunya.

Menurutnya, seruan untuk melakukan jihad bukan untuk memecah persatuan tetapi lebih kepada mengisi kemerdekaan Republik Indonesia, dengan hal – hal Positif.

“Seperti saat ini kita mengalami Pandemi Covid-19, hal positif yang dilakukan bisa dengan menyerukan pelaksanaan Protokol Kesehatan,” sebutnya.

Untuk itu hari ini, pihaknya Aliansi Tanjab Barat bersatu melalui aksi damai menyatakan sikap:

1. Meminta Aparat Kepolisian untuk mempercepat pengusutan hukum Rizieq Shihab.

2. Meminta pemerintah Daerah dan Aparat Kepolisian tidak memberikan izin keramaian terhadap rencana ketadangan Rizieq Shihab di Wilayah Tanjab Barat.

3. Menolak konsep Revolusi Akhlak yang disampaikan HRS.

4. Menolak pernyataan HRS yang cenderung provokatif, menghasut, menghina karena berpotensi menimbulkan perpecahan antar kelompok masyarakat.

5. Meminta aparat Kepolisian menindak tegas dan memberikan hukuman sesuai undang-undang ITE bagi orang yang melafalkan Adzan “Hayya ‘alal jihad”, yang memvideo menyebarkan Adzan tersebut yang membuat resah dan kegaduhan masyarakat.

6. Wujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang damai, kondusif, sejuk dan damai tanpa adanya Provokasi dan perpecahan.

Menanggapi aksi damai yang dilakukan Aliasian Masyarakat Tanjung Jabung Barat bersatu, Kompol Achim Dartasim Kabag Sumda Polres Tanjab Barat mengatakan, terkait kasus hukum terhadap HRS, prosesnya telah dilakukan pihak Polda Metro Jaya.

Kemudian, untuk izin kegiatan sebut Kabag Sumda, dimasa pandemi Covid-19 saat ini tentunya kegiatan yang berdifat mengumpulkan masa tidak akan diberikan izin.

“Ini demi menjaga penyebaran Covid-19, serta agar Tanjab Barat tetap Kondusif,” ujarnya.

Hal lainnya menyangkut kejadian di Jakarta, pengusutan lebih lanjut akan dilakukan Polda Metro Jaya.

“Terima kasih kepada Aliansi Masyarakat Tanjab Barat sudah melakukan aksi secara damai dan tetap mematuhi Protokol kesahatan,” sebutnya.

“Mari sama-sama kita jaga Kabupaten Tanjab Barat tetap sejuk, aman, damai dan sehat selama Pandemi Covid-19,” ajak Kompol Achim Dartasim. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi