Beranda Akses Menguji Taji Bawaslu: Oknum ASN Hadiri Deklarasi Paslon Pilkada

Menguji Taji Bawaslu: Oknum ASN Hadiri Deklarasi Paslon Pilkada

BATANGHARI, AksesJambi.com – Pilkada damai tanpa adanya kasak-kasuk sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), maupun kades untuk tidak terlibat langsung maupun tak langsung, dalam perhelatan pesta demokrasi di Batanghari, sepertinya cukup sulit diwujudkan di Bumi Serentak Bak Ragam.

Terbukti, baru dibatasan momen pendeklarasian pasangan bakal Cabup dan Cawabup Batanghari, Yunninta-Mahdan yang ter-agenda pada Kamis (03/09/2020). Agenda penting tersebut, seakan sudah ‘ternoda’ dengan hadirnya oknum ASN berinisial ‘RS’ yang menjabat sebagai Kepala Bidang Dinas Kominfo Batanghari, yang ‘disinyalir’ ambil bagian dalam pendeklarasian bakal paslon YA-MAHA.

Tertangkap kamera oknum Kabid tersebut menggunakan setelan baju kemeja berwarna kuning, celana panjang berwarna hitam, mengenakan masker dan kacamata, tampak tengah duduk di dalam gedung pemuda yang saat itu digunakan sebagai tempat pendeklarasian bakal Paslon YA-MAHA.

Tidak hanya itu saja, dalam deklarasi pasangan Fadhil-Bakhtiar pada Sabtu (6/09/2020) kemarin juga dihadiri oknum ASN. Namun hal tersebut langsung terbantahkan dengan ditunjukkan surat undangan dirinya hadir sebagai ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten Batanghari.

“Saya hadir di sini diundang sebagai Ketua PC NU dan hari ini (Sabtu, red) juga bukan jam kerja ASN,” ujar pria berinisial FH ini sembari menunjukkan surat undangan, Sabtu (06/09/2020) lalu.

Tentunya dengan hadirnya beberapa oknum ASN dalam deklarasi bakal paslon menimbulkan cerita baru. Benar saja, beberapa hari lalu, baik dari divisi advokasi bakal Paslon YA-MAHA dan bakal paslon FB mulai saling melapor untuk membuka ‘koreng’ lawan ke pihak Bawaslu Batanghari.

Dengan banyaknya laporan yang masuk ke Bawaslu Batanghari sebelum dimulainya penetapan pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah. Saat dikonfirmasi awak media, Ketua Bawaslu Batanghari, Indra Tritusian memberikan tanggapan.

Dia membenarkan bahwa saat ini sudah ada laporan dugaan pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh bakal pasangan calon, baik terlibatnya ASN maupun pelanggaran dalam protokol kesehatan. Namun saat ini laporan tersebut masih dikaji oleh pihak Bawaslu Batanghari.

“Kita juga sudah memeriksa saksi-saksi terkait, dan laporan juga masih dalam kajian,” kata dia, Kamis (10/09/2029) kemarin.

Memang saat ini belum masuk dalam masa penetapan calon, sehingga laporan-laporan tersebut besar kemungkinan akan diserahkan kepada masing-masing instansi.

“Kita lihat hasilnya nanti, jika ASN nya terbukti melanggar, maka kita teruskan laporan ini ke KASN. Dan jika dalam deklarasi melanggar protokol kesehatan, maka akan kita serahkan kepada gugus tugas Covid-19 Batanghari,” pungkasnya. (ANI)

DRadio 104,3 FM Jambi