Beranda Akses Imbas Corona, Bandara Sultan Thaha Jambi Kurangi Jam Operasional 

Imbas Corona, Bandara Sultan Thaha Jambi Kurangi Jam Operasional 

Bandara Internasional Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

JAMBI, AksesNews – Bandar Udara (Bandara) Sultan Thaha Jambi beroperasi lebih singkat dari biasanya. Hal ini karena PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan penyesuaian jam operasional di 12 bandara termasuk Jambi, guna mengoptimalisasi layanan dan mendukung pencegahan penyebaran COVID-19 (Corona Virus Disease).

M. Hendra Irawan selaku Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi mengatakan, bahwa penyesuaian tersebut sementara diberlakukan sejak tanggal 8 sampai dengan 30 April 2020 sesuai hasil kesepakatan dengan stakeholder lainnya seperti Perum LPPNPI, maskapai dan groundhandling.

Di tengah pandemi COVID-19, bandara Sultan Thaha beroperasi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan kondisi normal. Sesuai Notice to Airmen (NOTAM) C0409/20, jam operasional Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi 06.00-19.00 WIB pada 8-30 April 2020 dari sebelumnya 06.00-21.00 WIB.

Selain itu, Irawan menjelaskan bahwa pola operasional Bandara Sultan Thaha termasuk pada minimum operasi, dimana optimalisasi personil dan penggunaan fasilitas sebesar 50 persen dari kondisi normal.

“Penyesuaian jam operasional yang lebih pendek ini akan dievaluasi dan tetap mengakomodir kebutuhan operasional yang mendesak seperti kondisi darurat maupun kebutuhan logistik atau kargo terutama kesehatan,” kata Irawan, Sabtu (11/04/2020).

Sementara itu, President Director PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin membenarkan, meski jam operasional dipersingkat, 12 bandara-bandara itu akan tetap siaga untuk mengantisipasi sejumlah penerbangan dalam kondisi khusus.

“Jam operasional di 12 bandara dipersingkat di tengah pandemi COVID-19, namun demikian PT Angkasa Pura II tetap siaga apabila ada pesawat yang mengalami kendala teknis dan operasional dan membutuhkan bandara untuk mendarat. Kami juga siaga jika ada penerbangan terkait medis dan penerbangan logistik khususnya yang mengangkut sampel infection substance COVID-19,” jelasnya.

“Selain itu, bandara juga tetap dibuka jika ada pesawat yang terpaksa mendarat di luar jam operasional bandara karena misalnya ada keterlambatan keberangkatan di titik origin dan lain sebagainya,” kata Muhammad Awaluddin.

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin mengatakan, dipersingkatnya jam operasional dapat menjaga aspek kesehatan traveler dan personel bandara.

“Pada masa penuh tantangan akibat mewabahnya COVID-19 ini yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan traveler serta personel bandara. Kami sudah melakukan penyesuaian pola operasional dan penyesuian jam operasional sehingga memungkinkan diterapkannya konsep work from home dan physical distancing bagi personel operasional di bandara,” jelas Muhammad Awaluddin.

Untuk diketahui, 12 Bandara yang disesuaikan jam operasinya adalah Kertajati (Majalengka), Sultan Thaha (Jambi), Depati Amir (Pangkalpinang), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Radin Inten II (Lampung), Supadio (Pontianak), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru) dan Banyuwangi. (Bob/Bjs)

DRadio 104,3 FM Jambi