Beranda Akses Waspada! DBD Mulai Mewabah di Sejumlah Wilayah Jambi

Waspada! DBD Mulai Mewabah di Sejumlah Wilayah Jambi

JAMBI, AksesNews – Meningkatnya curah hujan sejak awal tahun 2020 ini, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di sejumlah daerah di wilayah Provinsi Jambi pada awal 2020 ini dan satu diantaranya meninggal dunia.

Korban DBD itu meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama empat hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daud Arif Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Sejak 1 Januari hingga 9 Januari 2020, rumah sakit milik Pemerintah Tanjung Jabung Barat ini telah merawat 47 pasien penderita DBD, terbagi 41 pasien anak dan 6 pasien dewasa.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mencatat, hingga akhir Desember 2019 sebanyak 1.869 kasus dan 13 orang meninggal di Jambi. Kondisi tersebut membuat Provinsi Jambi masuk kategori zona kuning DBD.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Jambi, Eva Susanti mengatakan kasus DBD tertinggi di Provinsi Jambi tahun lalu, terjadi pada musim hujan Januari-Februari dan November Desember.

“Kasus DBD di Jambi Januari tahun lalu mencapai 406 kasus dan 3 kasus meninggal dunia. Sedangkan, pada November tahun lalu, kasus DBD di Jambi 306 kasus dan 1 kasus meninggal dunia,” kata Eva Susanti, Sabtu (11/01/2020).

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, kasus DBD di Kota Jambi satu tahun terakhir cukup tinggi, mulai 1 Januari-31 Desember 2019 mencapai 694 kasus dan 11 kasus diantaranya meninggal.

Sedangkan untuk tahun 2020 ini, kasus DBD di Kota Jambi 1-3 Januari 2020 sudah mencapai 9 kasus. Pihaknya akan segera melakukan kembali fogging untuk mencegah dan memberantas nyamuk, menyusul masih tingginya kasus DBD di Kota Jambi saat ini.

“Tingginya kasus DBD di Kota Jambi beberapa bulan terakhir yang disebabkan cuaca ekstrem, hujan dan panas yang silih berganti membuat genangan air banyak dan hal itu membuat nyamuk DB cepat berkembang,” jelasnya.

Oleh Karena itu, Dinkes Kota Jambi terus melakukan sosialisasi agar warga masyarakat terus meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menutup genangan air, mengubur kaleng-kaleng atau plastik bekas dan menguras bak mandi. (Team AJ)