Beranda Akses Warga Resah, Minta BKSDA Jambi Cek Harimau yang Muncul di Dusun Mudo

Warga Resah, Minta BKSDA Jambi Cek Harimau yang Muncul di Dusun Mudo

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

TANJABBAR, AksesJambi.com – Kemunculan Harimau di Dusun Mudo, Kecamatan Papalik, Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat bukan pertama kalinya menghebohkan warga setempat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Dusun Mudo, Anggi Saputra saat dikonfirmasi, Minggu (10/05/2020).

“Terakhir kali tahun 2018 (kemunculan harimau). Waktu itu, ada harimau lepas dari mobil yang jatuh bawa harimau,” ungkapnya.

Dirinya menyebutkan, bahwa kemunculan harimau tersebut membuat masyarakat resah sehingga tidak berani untuk melakukan aktivitas di kebun. Tidak hanya itu, alasan lain lantaran kemunculan harimau tersebut tak jauh dari pemukiman warga.

“Itu lokasinya di kebun masyarakat, bukan di pemukiman warga. Tapi, memang agak dekat juga dengan permukiman, sekitar 700 meter lah. Aktifitas warga sudah terganggu, warga ketakutan dan was-was untuk ke kebun. Apalagi warga yang melihat nian hariamu itu jalan,” tambah Anggi.

Kemunculan Raja Hutan tersebut, terjadi pada Rabu (06/05/2020) lalu yang dilihat oleh seorang warga di Kebun Plasma PT Citra Koperasindo Tani (CKT) Afdeling I. Kemunculan tersebut, dilihat langsung oleh warga yang sedang melakukan memanen di perkebunan sawit tersebut.

“Fotonya ngak ada, Itu warga yang berondol dan pemanen buah sawit yang nemuinnya. Jadi cuman lari itu lah yang diutamakan orang itu, jadi dak sempat moto,” katanya.

Lebih lanjut, disampaikannya bahwa pihaknya telah melaporkan hal tersebut kepada BKSDA untuk melakukan pencarian harimau tersebut. Namun, katanya hingga saat ini belum ada Tim BKSDA yang datang untuk mengecek dari penemuan kemunculan harimau tersebut.

“Tim BKSDA belum turun, informasinya kalau gak hari ini ada turun. Yang turun kemarin sudah kami dari pihak desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kecamatan,” tuturnya.

Sementara itu, ia berharap agar Tim BKSDA untuk segera turun mengecek keberadaan harimau tersebut. Hal ini lantaran memang membuat warga sekitar resah dan takut untuk melakukan aktivitas ke kebun.

“Harapan kita supaya cepat dilakukan langkah-langkah pemulihan mental warga. Karna warga sudah was-was dengan keberadaan harimau itu,” pungkasnya. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi