Beranda Akses “Aku-Kita Setara”, Difabel Tanjab Barat Yayasan Special Preneur Terus Berkarya

“Aku-Kita Setara”, Difabel Tanjab Barat Yayasan Special Preneur Terus Berkarya

TANJABBAR, AksesJambi.com – Keterbatasan fisik bukanlah suatu hal yang menyurutkan seseorang untuk berkarya dengan keterbatasan yang dimilikinya. Ada banyak kemampuan yang bahkan jauh lebih baik dimiliki oleh kaum difabel.

Kaum difabel bukanlah sekelompok orang yang harus dijauhi, atau bahkan diasingkan. Namun, kaum difabel adalah kaum yang butuh dukungan untuk mereka bisa menjadi orang yang setara dengan orang pada umumnya.

Keinginan inilah yang dilakukan oleh Dian melalui Yayasan Special Preneur. Anak-anak difabel yang tergabung dalam Special Preneur mampu membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang dianugrahkan dengan kemampuan yang luar biasa.

Ini dibuktikan dalam sejumlah penampilan yang di bawakan oleh anak-anak difabel dalam kegiatan silaturahmi sejumlah komunitas, Minggu (06/12/2020) malam.

Senyum ceria dengan rasa haru dari sejumlah orang yang hadir, namun dari apa yang ditampilkan dalam acara ini seolah menampakkan kepada semua orang bahwa mereka tidak memiliki suatu hal yang berbeda dengan anak-anak yang lain.

“Kita membawa tema Aksara yaitu Aku, Kita, Setara. Makna ini diangkat, bahwa kami ingin menyampaikan bahwa kita semua adalah setara,” kata Dina.

Rangkaian acara silaturahmi ini menampilkan kreativitas dan bakat yang dimiliki oleh anak-anak difabel. Pantomim, menyanyi dan membaca puisi adalah rangkaian penampilan yang semuanya ditampilkan oleh anak-anak difabel.

Kegiatan ini dilakukan juga sebagai peringatan hari Disabilitas tepatnya pada tanggal 3 Desember. Dian menyadari bahwa anak-anak difabel memiliki rasa malu untuk berbaur dengan lingkungan, namun melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak difabel lebih percaya diri.

“Mereka mampu berkarya, mampu berkreasi, mampu menunjukkan bakat yang mereka miliki. Hanya fisik yang membedakan namun mereka adalah sama seperti kita,” ucapnya.

Sementara itu, suasana kegiatan semakin haru dengan ungkapan dan keluh kesah serta keinginan dari perwakilan anak-anak difabel. Rizka salah satu anak difabel mengungkapkan keinginannya untuk dianggap setara dan tidak ada lagi diskriminasi untuk kaum difabel.

“Kami takut di bully, kami takut di diskriminasi, tidak sedikit mengaggap kami bodoh, kami ingin di perlakukan sama. Kami tidak butuh rasa kasihan, iba dan di kasihani. Kami hanya ingin setara. Kami tidak bisa berdiri sendiri. Kami butuh kalian semua,” ujar Rizka. (Dika)

DRadio 104,3 FM Jambi