Beranda Akses Milad ke-30, ICMI Paparkan Tantangan dan Optimisme Setelah Covid-19

Milad ke-30, ICMI Paparkan Tantangan dan Optimisme Setelah Covid-19

JAMBI, AksesNews – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) mengadakan pertemuan nasional dan Milad ke-30 di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada Senin (07/12/2020) serta pertemuan ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sambutan dan orasinya, Ketum ICMI, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, SH, merefleksikan sumbangan ICMI untuk membantu upaya kerukunan antar umat beragama dan penguatan peran yang seimbang dan proposrsional antar cendekiawan lintas agama untuk kemajuan bangsa di segala bidang kehidupan nasional.

Selain itu membantu memberikan peletakkan dasar-dasar reformasi nasional yang menyeluruh dalam kebijakan kerangka transisional menuju praktik demokrasi dan demokratisasi menyeluruh, dimulai dengan Perubahan UUD 1945, penentuan sistem pemilihan Presiden langsung, sistem multi-partai, penguatan jaminan hak asasi manusia, dan sebagainya.

Terkait perubahan, tantangan dan optimisme di masa depan, ICMI mengingatkan akibat dari disrupsi teknologi, komunikasi di ruang publik yang diwarnai oleh fenomena: (i) deinstitusionalisasi politik dalam kegiatan bernegara dan benturan kepentingan antara komunikasi pribadi dan jabatan publik, (ii) meluasnya permusuhan dan ujaran kebencian di segala bidang dan antar orang dan antar golongan.

Terjadinya pandemic Covid-19 menyebabkan krisis sosial, ekonomi, dan politik nasional, regional, dan bahkan global, secara luas dan dalam waktu yang lama, ditambah lagi dengan ancaman PD3 dengan kualitas persenjataan yang semakin canggih dan menghancur-leburkan kehidupan bersama.

Dibutuhkan kesediaan yang sungguh-sungguh agar umat Islam dapat berubah melalui perenungan mendalam (Isro’) dan pemahaman yang tepa tatas dinamika kehidupan bersama dalam tatanan global, regional, nasional, dan bahkan lokal dari kedekatan jarak penghayatan dan sekaligus ketinggian jarak pemandangan (Mi’raj), sehingga tidak terjebak ke dalam problematika yang bersifat mikro, sectoral, dan miopik, melainkan memahami permasalahan secara utuh, padu dan mampu menawarkan dan memberikan solusi.

Anugerah kuantitas kekayaan SDA di dunia Islam harus ditransformasikan segera dengan peningkatan nilai tambah produksi dan perhitungan neraca jam kerja produktif yang semakin meningkat, baik dari segi kuantitasnya maupun dari segi kualitasnya, sehingga kuantitas dan kualitas SDA diimbangi dengan berfungsinya kuantitas dan kualitas SDM guna menyongsong kemajuan riel peradaban dunia Islam di masa depan.

“Kuantitas dan kualitas SDA dan SDM umat Islam harus segera diimbangi dengan kesiapan kualitas pelembagaan sistem dan budaya kerja pasca-modern, sehingga dalil “alhaqqu bila nizhomm yaghlibuh al-bathil binnizhom” tidak akan terjadi dalam praktik di masa depan,” paparnya dalam orasi umum.

Secara terpisah, Ketua ICMI Orwil Jambi, Prof Mukhtar, juga menerangkan bahwa susana krisis yang melanda bangsa Indonesia akibat krisis ekonomi dunia dan dampak pandemi yang melanda dunia harus segera diatasi, baik melalui kebijakan pemerintah dan dukungan masyarakat luas untuk saling sadar dan bersama menghadapi pandemi yg melanda Indonesia.

Dirinya juga menyinggung soal perilaku korupsi yang belakangan makin marak dilakukan oleh petinggi negara, maka patut menjadi keprihatinan nasional, apalagi korupsi dilakuan oleh petinggI partai yang seharusnya menjadI contoh kepada masyarakat.

“Perihal komunikasi politik, yang dalam suasana terakhir agak memuncak perlu disikapi dengan saling pengertian dari para pihak agar dapat saling menjaga, dan tidak ada yang dikorbankan sebagai sesama aset bangsa. Komunikasi politik adalah Jantungnya demokrasi, sebagai cermin dari negara yang demokratis,” ujar Mukhtar. (*)

DRadio 104,3 FM Jambi