Beranda Akses Limbah Medis di Kota Jambi Capai 69 Ton

Limbah Medis di Kota Jambi Capai 69 Ton

JAMBI, AksesNews – Limbah hasil kegiatan medis di Kota Jambi, sejak bulan Januari hingga September tahun 2020, mengalami lonjakan dengan berat mencapai 69 ton.

Kasi Limbah B3 DLH Kota Jambi, Erwin, mengungkap dari Januari hingga September tahun 2020, rumah sakit dan puskesmas di Kota Jambi sudah menghasilkan limbah kegiatan medis dengan berat sekitar 69 ton.

Sedangkan limbah medis dari bulan Oktober hingga Desember, belum bisa diungkapkan, karena laporan tentang limbah medis dihimpun dalam 3 bulan satu kali.

“Dari Januari sampai September limbah medis sekitar 69 ton. Kalau November belum, karena kita menerima laporannya triwulan. Ini dari rumah sakit dan puskesmas di Kota Jambi yang punya izin,” ujarnya Senin (07/12/2020).

Karena pandemi Covid-19, limbah hasil kegiatan medis di Kota Jambi mengalami lonjakan 100 persen dibandingkan tahun lalu.

“Meningkat sampai 100 persen sejak kondisi pandemi Covid-19 ini. Ada berupa jarum suntik, botol infus, lalu ada pula pakaian APD yang sudah terkontaminasi,” katanya.

Disampaikan oleh Kabid Pengelola Sampah dan Limbah B3 DLH Kota Jambi, Wildan, Kota Jambi belum mempunyai tempat dan alat pemusnahan limbah medis, sehingga limbah tersebut dipindahkan ke luar Kota Jambi melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan.

“Penyikapan limbah medis sudah terarah. Kita bekerja sama dengan perusahaan yang akan membawa limbah tersebut ke tempat pembuangan akhir di luar Kota Jambi,” katanya.

Perusahaan tersebut langsung menjemputnya di TPS limbah B3 yang tersebar di rumah sakit dan puskesmas di Kota Jambi.

“Di setiap puskesmas dan rumah sakit itu ada TPS limbah B3-nya. Jadi disimpan di sana dulu. Lalu diangkut oleh pihak ketiga,” kata Wildan.

Ia juga menjelaskan TPA Talang Gulo yang lama dan TPA Sanitary Landfill tidak bisa untuk limbah B3. Limbah B3 memerlukan tempat pembuangan akhir dan peralatan khusus.

“TPA kita ini tidak untuk menampung limbah B3, karena limbah B3 itu TPA-nya khusus. Ada pemusnahan tersendiri,” tuturnya. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi