Beranda Akses Penyelundupan 31 Kg Sabu dari Riau ke Jakarta Digagalkan di Jambi

Penyelundupan 31 Kg Sabu dari Riau ke Jakarta Digagalkan di Jambi

MUAROJAMBI, AksesNews – Polres Muaro Jambi beserta jajaran dan Satnarkoba Polda Jambi berhasil menggalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu sebanyak 31 Kg yang berasal dari Bengkalis, Provinsi Riau, Senin (05/10/2020).

Dalam upaya penggagalan penyelundupan sabu sebanyak 31 kg tersebut, Pihak kepolisian berhasil mengamankan 5 pelaku terduga penyelundup yang di antaranya adalah Rahmat, Rahmadani, Zuhri, M Daud dan Ferli yang merupakan warga asal Bengkalis, Provinsi Riau.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan bahwa terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan dari masyarakat yang curiga terhadap aktivitas salah satu kurir yang membuang 2 buah tas di kebun sawit, berdasarkan kejadian tersebut masyarakat melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Saya mengucapkan terima kasih atas informasinya diberikan rakyat kepada perangkat desa dengan bhabinkamtibmas yang ada di wilayah, semoga kebersamaan ini bisa terus berjalan,” kata Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi.

Irjen Pol Firman menjelaskan, usai mendapatkan laporan itu, Polres Muaro Jambi kemudian menggeledah isi tas tersebut dan menemukan Narkotika jenis Sabu 31 Kg dari dalam dua tas tersebut.

Usai mendapatkan sabu, tim Polres Muaro Jambi langsung berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jambi mengejar mobil tersebut. “Akhirnya kita dapatkan lima tersangka mereka dalam perjalanan kembali ke arah Riau,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Firman, diketahui bahwa para pelaku ternyata sudah 3 kali mengirim barang haram senilai Rp 31 milyar itu. Rencananya barang haram ini akan dikirim ke Provinsi DKI Jakarta.

“Ini yang ketiga kalinya sudah lolos pertama 10 Kg, yang kedua 20 Kg dan ini 30 Kg, moga-moga bisa dikembangkan sampai kepada jaringannya karena dugaannya kita ini jaringan internasional,” pungkasnya.

Saat ini, kelima pelaku ditahan di rutan Mapolda Jambi untuk proses penyelidikan. Kelimanya dijerat Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun penjara. (Duha)

DRadio 104,3 FM Jambi