Beranda Akses BPF Jambi Targetkan Volume Transaksi di 2020 capai 20 Persen

BPF Jambi Targetkan Volume Transaksi di 2020 capai 20 Persen

JAMBI, AksesNews – Diakhir 2019, pertumbuhan total volume transaksi PT Best Profit Future (BPF) naik 43,85 persen atau menjadi 1,19 juta. Selain itu, dari sisi pertumbuhan nasabah baru meningkat 30,85 persen atau sebanyak 3.024 nasabah.

Total Volume transaksi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) masih menjadi pendorong utama kinerja Perseroan dengan kenaikan 44 persen atau menjadi 1,09 juta lot. Sementara total volume transaksi multilateral (Komoditi) tumbuh 42,41 persen atau menjadi 107.238 lot.

Animo investor meningkat terhadap produk investasi yang bersifat safe Haven, terutama emas yang signifikan mengalami sentimen positif di pasar akibat pengaruh persaingan dagang Amerika Serikat dan Tiongkok di tahun 2019 lalu.

Dengan kondisi itu, BPF cepat meningkatkan kinerjanya dengan melakukan edukasi dan kunjungan kepada para calon nasabah. Saat ini pun, berdasarkan data Bursa Berjangka Jakarta, BPF berada di urutan Kedua dari Lima perusahaan berjangka terbesar nasional dengan total pangsa pasar mencapai 13,70 persen.

Chief Business Officer BPF, Syaiful mengatakan sepanjang tahun 2019 PT Best Profit Futures berhasil mencetak kinerja yang positif berkat dukungan dari seluruh karyawan dan broker yang fokus dalam mengejar target.

“Kepercayaan nasabah terus terjaga juga menjadi kunci kami dalam mempertahankan pertumbuhan yang signifikan,” katanya saat Konferensi Pers di salah satu hotel di Jambi, Rabu (4/3).

Menurutnya, melalui 10 kantor cabang BPR terus melebar ekspansi layanan investasi berjangka di seluruh Indonesia yang kini tersebar di Jakarta (2 Kantor), Malang, Bandung, Surabaya, Medan Pekanbaru, Jambi, Pontianak dan Banjarmasin.

BPF juga membuat fasilitas layanan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA) dari PT Kliring Berjangka Indonesia dan PT Bursa Berjangka Jakarta. Setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka, melalui Sitna dapat di pantau oleh nasabah langsung.

Syaiful menambahkan, untuk target di tahun 2020 volume transaksi sebesar 20 persen dan untuk jumlah nasabah baru juga akan meningkat.

Sementara untuk BPF Jambi sendiri, sepanjang 2019 pertumbuhan volume transaksi sebesar 7,09 persen menjadi 70.735 lot dibandingkan di 2018 yang hanya 66.055 lot.

Pimpinan Cabang BPF Jambi, Erlina mengungkapkan nasabah produk investasi berjangka di Jambi masih didominasi kalangan profesional dan pengusaha. Begitupun dari umur, rata-rata di usia di atas 35 tahun dan mayoritas adalah laki-laki.

Namun, menurutnya potensi di Jambi termasuk wilayah menjanjikan untuk para nasabah di sektor perdagangan berjangka komoditi. Pertumbuhan ekonomi Jambi setiap tahunnya rata-rata 5 persen berimbas positif terhadap para pengusaha baru dan masyarakat terutama di wilayah kota.

“Target wilayah prospek kami hampir mencakup seluruh wilayah Jambi kami fokus pada kantong-kantong wilayah potensial seperti Batanghari, kerinci, Bungo dan wilayah lain hingga mencakup wilayah Sumatera Selatan,” kata Erlina.

Erlina mengaku dalam membidik nasabah tim broker dan wakil pialang berjangka BPF dibekali pengetahuan know your customer dengan kemampuan finansial dan pengetahuannya di perdagangan berjangka.

“Dengan fokus pada kualitas profil dan pelayanan, kami berharap tingkat kepuasan nasabah bisa mencapai 80 persen lebih. Mereka bisa menjadi duta BPF untuk merekomendasikan kami kepada calon nasabah lain. target kami dalam 5 tahun kedepan adalah menjadi kantor cabang terbaik dari sisi pertumbuhan nasabah baru dan volume transaksi dengan pertumbuhan di atas 20 persen,” pungkasnya. (Alpin)

DRadio 104,3 FM Jambi