Beranda Akses Cegah Penyimpangan Anggaran Covid-19, Pemprov Jambi-Kejati Bersinergi

Cegah Penyimpangan Anggaran Covid-19, Pemprov Jambi-Kejati Bersinergi

JAMBI, AksesNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi bersinergi untuk mencegah penyimpangan anggaran penanganan Covid-19, agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Sinergi ini dilakukan dalam Sosialisasi Pencegahan Perbuatan Tindak Pidana Korupsi Pendampingan dan Pengamanan Kegiatan dan Relokasi untuk Anggaran Penanganan Covid-19, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Kamis (03/09/2020),

Dalam sosialisasi ini, Gubernur Jambi Fachrori Umar, diwakili oleh Penjabaf (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman dan dihadiri langsung oleh Kepala Kejati Jambi, Johanis Tanak, yang akan memberikan arahan kepada para kepala OPD dan pejabat terkait lingkup Pemprov Jambi.

Johanis Tanak Ingatkan Pemprov Jambi Hati-hati Gunakan Anggaran Covid 19

Sosialisasi ini juga merupakan, pelaksanaan pendampingan refocusing dan pelaksanaan dana penanggulangan dan pencegahan Covid-19, tentunya dalam rangka memastikan langkah-langkah penanganan di Jambi berjalan dengan baik dan sesuai dengan seluruh kebijakan Pemerintah Pusat.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Jambi yang dibacakan oleh Pj. Sekda Provinsi Jambi, Sudirman menyatakan, bahwa pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat.

Tidak saja berdampak pada sektor kesehatan, namun juga memberikan Efek domino terhadap sektor-sektor lain terutama sosial ekonomi dan keuangan.

“Di sektor kesehatan, pandemi ini menguji ketahanan sistem pelayanan kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia, kemampuan dalam merespon secara cepat dan tepat menjadi kunci agar kita dapat melalui krisis ini dengan sebaik-baiknya,” kata Sudirman.

Secara sosiologis, pandemik ini juga telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan sehingga memaksa masyarakat kita harus adaptif terhadap berbagai bentuk transformasi sosial yang diakibatkannya.

Di sisi lain, dari sektor ekonomi mengakibatkan konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat yang merupakan penopang 60 perseb terhadap perekonomian nasional dan daerah terkontraksi cukup dalam.

“Dibuktikan dengan data yang dirilis BPS, dimana pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga pada PDRB Provinsi Jambit terkontraksi menjadi minus 4,25 persen pada triwulan ke-2 tahun 2020,” sebutnya.

Adanya ketidakpastian yang berkepanjangan akibat Covid-19 juga berimplikasi terhadap investasi di Provinsi Jambi yang ikut melemah. Hal tersebut dapat terlihat pada komponen pembentukan modal tetap bruto yang terkontraksi sebesar 10,73 persen.

Demikian juga terhadap komponen perdagangan luar negeri Provinsi Jambi yang terkontraksi sebesar 10,17 persen, akibat pelemahan ekonomi global. Sehingga harga komoditas turun dan ekspor Jambi ke beberapa negara tujuan utama jadi berkurang.

Perekonomian Jambi Terpuruk Seiring Meningkatnya Kasus Covid-19

Gubernur menjelaskan bahwa di tengah keterpurukan dan cobaan yang dialami ini harus tetap optimis dan terus berupaya agar resiko dampak Covid-19 dapat dimitigasi dengan baik melalui berbagai kebijakan yang tepat.

“Untuk kegiatan dan alokasi anggaran merupakan salah satu upaya kita dalam menangani dan menanggulangi dampak pandemi. Pada refocusing anggaran yang dilaksanakan meliputi, rasionalisasi belanja dengan memfokuskan pada kegiatan penanganan kesehatan, penguatan Jaring Pengaman Sosial serta pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Namun dalam melaksanakan kegiatan tersebut, tentu saja tidak terlepas dari risiko terjadinya penyimpangan mulai dari pengadaan barang atau jasa seperti alat kesehatan APD, rehabilitasi ruang isolasi, hingga ke permasalahan penyerahan bantuan sosial penyaluran JPS maupun dalam penyaluran teknis maupun bantuan modal ekonomi.

“Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Kajati Jambi sebagai upaya dalam memitigasi risiko penyimpangan dan memastikan anggaran yang dikucurkan tersebut tepat sasaran,“ pungkasnya. (Hms)

DRadio 104,3 FM Jambi