Beranda Akses TPA Sanitary Landfill, Bantuan Jerman untuk Kota Jambi Siap Beroperasi

TPA Sanitary Landfill, Bantuan Jerman untuk Kota Jambi Siap Beroperasi

JAMBI, AksesNews – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem Sanitary Landfill yang berada di Kota Jambi sudah siap untuk dioperasikan. Artinya, Kota Jambi kini memiliki teknologi pengelolaan sampah yang modern dan ramah lingkungan.

Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan TPA Talang Gulo Sanitary Landfill di Kota Jambi merupakan bantuan dari Pemerintah Jerman melalui German Federal Government (KFW) atau Bank Pembangunan Jerman, senilai 14,2 juta Euro setara dengan Rp 250 miliar rupiah.

“Kita dapat bantuan ini sekitar 14,2 Juta Euro setara dengan 250 miliar rupiah. Tanpa menggunakan APBD satu rupiah pun,” katanya.

Ia pun menyampaikan tempat pengelolaan sampah tersebut sudah diinisiasi oleh Wali Kota Jambi yang sebelumnya.

Ketika tahun 2014, ia melanjutkan inisiasi itu dan memperkuat interaksi dengan Pemerintah Jerman, serta melakukan ekspos di berbagai negara.

“Akhirnya kami lobi pihak Jerman dan melaksanakan pertemuan di Afrika untuk ekspos Kota Jambi dihadapan perwakilan 156 negara. Setelah itu kami didundang kembali untuk ekspos di Vietnam. Singkat cerita, negara pendonor menyarankan Indonesia agar Kota Jambi masuk dalam program ini (Sanitary Landfill),” ujar Fasha, Selasa (01/12/2020) kemarin.

Fasha mengatakan Tempat Pembuangan Akhir Talang Gulo yang lama sudah harus ditinggalkan, sehingga upaya pembangunan Sanitary Landfill di Kota Jambi jadi pilihan yang tepat.

“TPA kita yang lama dengan sistem semi open dumping sudah Overload, sehingga harus dialihkan ke tempat yang baru. Dan Alhamdulillah kita dapat bantuan ini,” katanya.

TPA Sanitary Landfill memiliki luas sekitar 21 hektar. Saat ini baru memiliki satu sel dengan kapasitas 613.000 kubik sampah. Kedepannya, TPA tersebut akan mendapatkan 2 sel yang baru.

“Kita sudah siapkan lahan untuk 3 sel. Tapi saat ini pemerintah baru membangun satu sel. Satu sel ini 613.000 kubik. Jadi mudah-mudahan bisa bertahan 15 sampai 20 tahun kedepan,” tutur Fasha.

Sedangkan Kepala DLH Kota Jambi, Ardi mengatakan sampah di Sanitary Landfill akan ditimbun secara maksimal dengan tidak merusak lingkungan.

“Penutupan sampah diatur per blok. Itu akan ditutup dengan tanah yang diizinkan kementerian. Jadi tanah diambil dengan tidak merusak lingkungan,” ujarnya, Selasa (1/12).

Ia pun mengatakan pemerintah Kota Jambi menyiapkan anggaran senilai 9 miliar rupiah untuk operasi Sanitary Landfill Kota Jambi di tahun 2021.

“Untuk TPA ini kita anggarkan tahun 2021, kurang lebih 9 miliar. Itu untuk pengelolaan sampah, penutupan dan pembayaran listrik,” kata Ardi. (Sob)

DRadio 104,3 FM Jambi