Beranda Akses Bukan Mahasiswa, Para Pelaku Pembakar Motor Polisi Sudah Ditangkap

Bukan Mahasiswa, Para Pelaku Pembakar Motor Polisi Sudah Ditangkap

JAMBI, AksesNews – Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jambi menangkap empat orang pelaku pembakar sepeda motor Dinas Polisi pada saat aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Jambi, pada Selasa 20 Oktober lalu yang berujung ricuh.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, keempat orang pelaku pembakaran sepeda motor milik anggota Polda sudah ditangkap dan kini dalam proses pemeriksaan dipenyidik kepolisian dan status mereka adalah tersangka, sesuai pasal 170 KUH Pidana dengan ancaman 5 tahun penjara.

Keempat pelaku yaitu Muhammad Ghadafi (20) dan Adithiya Nugroho S (20), warga Pakuan Baru, Jambi Selatan, Kota Jambi. Sedangkan, Alviolan Firmando (18) warga Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi dan dan Fahri Ramdhani (19) warga Kota Jambi.

Para pelaku ditangkap di dua tempat berbeda di Jambi yakni, untuk pelaku Muhammad Ghadafi dan Adithiya Nugroho ditangkap pada Kamis (29/10/2020) di Amanda Cofee di kawasan belakang SMA Unggul Sakti, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Sedangkan untuk tersangka Alviolan Firmando, ditangkap di rumahnya di Desa Suko Raw, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi. Sedangkan Fahri Ramadhani ditangkap di depan Kampus Pascasarjana, Universitas Jambi, Telanaipura tak lama usai merusak motor dinas milik anggota Ditsamapta tersebut.

Juru Bicara Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, keempat tersangka memiliki berperan berbeda dalam melalukan aksinya saat pembakaran sepeda motor polisi.

“Nugroho merupakan pelaku yang memindahkan motor dinas tersebut dari pinggir jalan ke tengah jalan. Sedangkan, Ghadafi merupakan pelaku yang membakar motor dengan menggunakan ban yang terbakar, Ramadhani dan Firmando melempar batu dan merusak motor dinas,” ungkapnya.

“Para pelaku sudah tidak berstatus mahasiswa. 2 orang berstatus mantan mahasiswa dan sudah dikeluarkan dari kampus, sedangkan dua orang lagi merupakan pengangguran,” jelasnya.

Demo Mahasiswa di Jambi Ricuh, Motor Polisi Dibakar Massa

Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti baju yang digunakan saat aksi unjuk rasa tersebut dan video yang beredar di media sosial. Pengungkapan ini, berdasarkan video yang beredar serta pakaian yang mereka gunakan saat aksi unjuk rasa.

Diberitakan sebelumnya, pada aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law pada Selasa 20 Oktober lalu diwarnai dengan aksi ricuh antara polisi dan demonstran. Selongsong gas air mata beberapa kali ditembakkan untuk membubarkan massa.

Situasi yang memanas pada Selasa petang, massa sempat mundur dan kembali ke kampus Universitas Jambi, namun tiba-tiba, satu unit motor dinas milik polisi yang dikendarai oleh dua anggota Ditsamapta Polda Jambi disandera oleh mahasiswa, sebelum akhirnya dirusak dan dibakar. (TeamAJ)

DRadio 104,3 FM Jambi