Beranda Akses Mengapa Sensus Penduduk Harus Dilakukan?

Mengapa Sensus Penduduk Harus Dilakukan?

JAMBI, AksesNews – Tak kenal maka tak sayang, pepatah tersebut sudah sangat umum kita kenal. Indonesia memiliki keragaman yang sangat banyak. Tahukan anda, bahwa penduduk Provinsi Jambi sangat beragam.

Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 (SP2010) mengatakan bahwa Provinsi Jambi memiliki 3,108 juta jiwa dengan 51,04 persen laki-laki dan 48,96 persen perempuan.

Dari penduduk tersebut, tercatat bahwa pada tahun 2010 terdapat 30,7 persen diantaranya yang tinggal di daerah perkotaan. Sepuluh tahun telah berlalu. Sensus penduduk tahun 2010 akan segera diperbaharui datanya.

Tahun 2020 ini akan kembali dilaksanakan sensus penduduk. Sensus yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali ini, bertujuan untuk memperbaharui data kependudukan yang dimiliki, antara lain jumlah, proporsi juga distribusi penduduknya.

Hasil sensus penduduk juga menghasilkan indikator penting lain seperti  angka kelahiran total (TFR), angka kematian bayi (IMR), Angka Harapan Hidup (e0), beban ketergantungan/dependency ratio maupun migrasi.

Lebih jauh, sensus penduduk akan dipergunakan untuk membuat proyeksi penduduk hingga 25 tahun mendatang. Salah satu indikator yang dihasilkan yaitu beban ketergantungan atau dependency ratio.

Angka ini mencerminkan proporsi penduduk usia non produktif dibandingkan dengan penduduk usia produktif. Penduduk usia non produktif merupakan penduduk pada usia anak-anak dan lansia yaitu usia 0-14 tahun dan usia diatas 65 tahun keatas.

Sedangkan penduduk usia produktif yaitu penduduk usia 15-64 tahun. Ketika beban ketergantungan berada pada titik terendah, maka pada saat itulah terjadi bonus demografi.

Bonus demografi merupakan suatu momen yang hanya terjadi pada saat beban ketergantungan sangat kecil, atau dengan kata lain pada saat jumlah penduduk usia non produktif yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif sangat sedikit.

Hal ini merupakan bonus, karena diharapkan output yang dihasilkan oleh penduduk usia produktif dapat juga dipergunakan untuk hal lain, seperti untuk pembangunan dan prasarana sampai ke pelosok desa.

Menurut hasil proyeksi penduduk dari hasil sensus penduduk tahun 2010, Provinsi Jambi akan memiliki beban ketergantungan terendah pada tahun 2030-2035 yaitu sebesar 42,7 persen. Dari hasil proyeksi penduduk inilah gerakan pembangunan sudah dilaksanakan di berbagai bidang.

Antara lain pada berbagai program pemerintah seperti program yang lebih berfokus kepada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan karakter bangsa, budi pekerti, sopan santun, nilai etika dan agama, meningkatkan usia harapan hidup, membuat inovasi-inovasi dibidang alat kesehatan.

Selanjutnya, meningkatkan kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi dan kesehatan anak usia sekolah, pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah, serta banyak program lain di segala sektor dalam rangka mempersiapkan  generasi-generasi unggul untuk menyambut bonus demografi.

Generasi yang unggul pada saat Provinsi Jambi mengalami bonus demografi nanti, diharapkan dapat menghasilkan output yang besar agar dapat menanggung kebutuhan penduduk usia non produktif dan juga kebutuhan pembangunan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka dikhawatirkan akan menjadi beban bagi ekonomi. Beban ini terjadi pada saat generasi yang diharapkan menjadi tumpuan pembangunan, tidak dapat memberikan andil dalam perekonomian namun jusru menambah beban secara ekonomi.

Hal ini tentunya tidak kita harapkan. Penduduk yang saat ini masih pada usia sekolah, nantinya pada tahun 2030-2035 sudah menjadi pemuda-pemudi harapan di Provinsi Jambi.

Menjadi kewajiban kita semua, untuk bersama-sama menghasilkan generasi-generasi unggul di masa depan. Sensus penduduk tahun 2020 nanti juga akan menghasilkan proyeksi penduduk seperti halnya sensus penduduk sebeumnya.

Karenanya sensus penduduk sangat besar manfaatnya, selain untuk penelitian, baik oleh mahasiswa/perorangan maupun oleh institusi, juga bahkan lebih jauh lagi bermanfaat untuk perencanaan pembangunan 10 bahkan 25 tahun yang akan datang.

Kita mungkin tidak menyadarinya, tapi jawaban kita dalam sensus penduduk sangat menentukan arah pembangunan. Dari jawaban yang benar dan akurat, pembangunan dan program yang dibuat akan lebih tepat sasaran.

Mari, bantu kami Mencatat Indonesia. Dengan jari anda, silahkan isi data pribadi melalui Sensus penduduk online di sensus.bps.go.id pada 15 februari – 31 maret 2020 atau terima kehadiran petugas kami di rumah anda pada bulan Juli 2020.

Penulis: Sisilia Nurteta, S.ST, M.Si, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Jambi.