Beranda Advertorial Akibat Corona, Pemkot Jambi Gratiskan Tarif PDAM Tirta Mayang

Akibat Corona, Pemkot Jambi Gratiskan Tarif PDAM Tirta Mayang

KOTAJAMBI, AksesNews – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi akan membebaskan tarif air minum bagi pelanggan PDAM Tirta Mayang dengan batas waktu tertentu, guna menanggulangi dampak ekonomi akibat penyebaran virus Corona (COVID-19).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Walikota Jambi, Syarif Fasha, saat konferesi pers tentang langkah-langkah dan kebijakan terkait dampak COVID-19, di ruang Command Center Posko Gugus Tugas COVID-19 Kota Jambi, Senin (06/04/2020) pagi.

Adapun golongan pelanggan yang akan digratiskan dari tagihan air minum yakni golongan Rumah Tangga 1 (R1) sebanyak 26.383 pelanggan, dan golongan sosial sejumlah 1.045 pelanggan seperti tempat ibadah, masjid, gereja dan tempat ibadah agama lainnya serta panti asuhan.

Namun tidak semuanya yang bisa digratiskan. Hal tersebut akan dikihat dari pemakaian maksimal 20 kubik atau kira-kira senilai Rp 80 ribu. Untuk kelebihan dari 20 kubik warga tetap harus membayar. Pembebasan biaya tagihan ini berlaku untuk pemakaian di bulan April dan bulan Mei 2020.

“Selama 2 bulan ini maka PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) tidak mengambil pendapatannya sebesar Rp 4,3 miliar atau setara dengan jumlah air yaitu 1 juta lebih kubik yang diberikan gratis kepada masyarakat dengan tarif dasar Rp 4.000,” kata Fasha.

Syarif Fasha mengimbau warganya untuk tidak panik dan tetap waspada terhadapat peningkatan jumlah ODP, PDP dan positif COVID-19 di Provinsi Jambi dan Kota Jambi. Dirinya meminta masyarakat agar tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah serta perilaku hidup sehat.

“Jadi pahlawan masa kini, untuk selamatkan orang lain dengan cara tetap disiplin berdiam di rumah dan membatasi diri beraktivitas di luar rumah jika tidak penting,” imbaunya.

Selain itu, kebijakan non APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang dikerahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi berupa pembagian nasi bungkus kepada pekerja informal atau klasifikasi khusus (pekerja upah harian). Kebijakan diprioritaskan bagi perkerja seperti driver ojek online, ojek pangkalan, pengemudi angkot, angkutan umum, juru parkir, petugas kebersihan dan sebagainya.

Untuk diketahui Pemkot Jambi menyiapkan anggaran sebesar Rp 43 Miliar lebih, yang akan diprioritaskan kepada 3 (tiga) aspek utama, yaitu penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi pada masyarakat dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), serta penyediaan jaring pengaman sosial. (Bob/Alpin)

DRadio 104,3 FM Jambi