Beranda Advertorial WNA di Tanjab Barat Tercatat 77 Orang di 6 Perusahaan

WNA di Tanjab Barat Tercatat 77 Orang di 6 Perusahaan

TANJABBAR, AksesJambi.com – Berdasarkan catatan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat sebanyak 77 Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di perusahaan.

Kepala Disnaker Tanjab Barat, Dianda Putra mengatakan data yang dimiliki pihaknya hingga saat ini terdapat 77 WNA yang bekerja di enam perusahaan yang tersebar di Tanjab Barat.

“Jumlah setiap perusahaan bervariasi sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan tersebut akan tenaga kerja asing.”Semuanya ada enam perusahaan, jumlah total nya ada 77 orang,” katanya, Selasa (03/03/2020).

Dianda menegaskan ke enam perusahaan tersebut yang tercatat oleh pihaknya yakni PT Global Vision Infex sebanyak 1 orang, PT Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industri (LPPI) sebanyak 44 orang dan PT Bohai Driling Service Indonesia sebanyak 14 orang.

Selanjutnya, PT Ruby Privatindo sebanyak 2 orang, PT DPS Indonesia sebanyak 4 orang dan PT Aromajya Indonesia sebanyak 10 orang.

“Kalau PT Petro China Jabung LTD terdata untuk yang terbarunya,”ucapnya

Menurutnya, WNA tersebut masuk ke perusahaan yang ada di Tanjab Barat sejak sebelum adanya virus corona yang terjadi di Kota Wuhan, China.

“Yang jelas sebelum terjadi wabah corona, yang terjadi di Wuhan,”ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan adakah para WNA tersebut keluar masuk dari perusahaan ke keluar negri di Januari hingga saat ini. Ia menegaskan tidak ada laporan jika ada WNA keluar dari wilayah Tanjab Barat. “Tidak ada, kita lakukan pengawasan,”sebutnya.

Sementara itu, Bidang Penagwasan Orang Asing Imigrasi Klas II B Kualatungkal, Tito menyebutkan hingga saat ini pihaknya mendata terdapat 47 orang asing yang tersebar di 4 perusahaan yabg ada di Tanjab Barat.

“Semuanya tersebar di Tanjab Barat. Empat perusahaan itu yakni PT LPPI sebanyak 44 orang WNA, PT Aroma Jaya sebanyak 10 orang, PT Global Vision Infex sebanyak 1 orang dan PT Ruby Privatindo sebanyak 2 orang.

“Semuanya ada 47 orang, itu data terkahir yang kita miliki,” tandasnya. (DIKA)

DRadio 104,3 FM Jambi